17 Sarjana STPK Jayapura Disiapkan Jawab Kebutuhan Guru Agama di Papua

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com– Sebanyak 17 sarjana lulusan Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPK) Santo Yohanes Rasul Jayapura didorong mengambil bagian dalam menjawab kebutuhan tenaga pendidik dan pelayanan keagamaan di berbagai wilayah Papua.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata Satu Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Angkatan XVI Tahun Akademik 2025/2026 di Gereja Katolik Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Jayapura, Selasa (8/9/2026).

Menurut Klemens, penyelesaian pendidikan tinggi harus diikuti dengan kesiapan para lulusan untuk mengabdikan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat.

Ia mengatakan kebutuhan tenaga dan guru agama Katolik masih menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan sumber daya manusia di Papua. Karena itu, lulusan STPK diharapkan tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi siap mengambil bagian dalam pelayanan pendidikan di daerah yang membutuhkan.

“Kami akan mendata para lulusan ini sebagai perhatian ketika terdapat penerimaan tenaga atau guru agama. Teruslah belajar, teruslah melayani, dan teruslah menjaga integritas karena kepercayaan adalah modal terbesar dalam setiap pengabdian,” kata Klemens.

Sebanyak 17 wisudawan dan wisudawati tersebut merupakan bagian dari prosesi wisuda yang diselenggarakan Yayasan Lumen Fidei Papua bersama STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura.

Wisuda mengangkat tema “Dengan Iman dan Ilmu, Diutus Menjadi Pendidik, Membawa Harapan bagi Gereja dan Tanah Papua.”

Klemens menilai tema tersebut memiliki relevansi dengan tantangan pelayanan pendidikan keagamaan saat ini. Menurut dia, lulusan tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi harus mampu menerjemahkan ilmu dan nilai iman dalam kehidupan masyarakat.

“Setelah hari ini saudara menyandang gelar sarjana, pertanyaan penting bukan lagi gelar apa yang saya miliki, tetapi untuk apa ilmu yang telah saya miliki,” ujarnya.

Ia mengingatkan para lulusan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda memperoleh informasi dan berinteraksi. Kondisi tersebut menuntut guru agama, katekis dan pewarta untuk terus meningkatkan kemampuan agar metode pendidikan yang digunakan tetap relevan.

Baca Juga :  Menteri Agama Bakal Perjuangan Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren

“Kita membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih dialogis, kreatif, kontekstual, dan menyentuh kehidupan nyata. Seorang katekis tidak cukup hanya mampu menjelaskan iman, tetapi harus mampu menghadirkan iman dalam kehidupan nyata,” katanya.

Selain kemampuan akademik dan penguasaan teknologi, Klemens meminta para lulusan memahami karakter masyarakat Papua yang memiliki keragaman budaya, tradisi dan latar belakang kehidupan.

Pendidikan keagamaan, kata dia, harus mampu berjalan bersama kearifan lokal serta menjadi ruang untuk membangun dialog, memperkuat persaudaraan dan menjaga kehidupan bersama.

### Pemprov Papua Dorong Lulusan Bersedia Ditempatkan di Daerah

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Papua Yohanes Walilo yang mewakili Gubernur Papua mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah.

Ia menilai lembaga pendidikan seperti STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura memiliki peran dalam menyiapkan tenaga yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

“Ilmu yang telah diperoleh tidak boleh berhenti di ruang kelas, tetapi harus benar-benar menjadi kekuatan untuk melayani, mendidik, mendampingi, dan memberdayakan masyarakat,” ujarnya.

Yohanes juga mendorong agar lulusan yang memperoleh kesempatan menjadi tenaga pendidik bersedia ditempatkan di berbagai wilayah Papua, termasuk daerah-daerah pemekaran yang masih membutuhkan tenaga pendidikan.

Menurut dia, keberadaan guru agama di daerah tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran, tetapi juga dapat mendukung pembentukan karakter dan kehidupan sosial masyarakat.

### STPK Kembangkan Empat Program Studi

Ketua STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura Paulus Satyo Istandar mengatakan para wisudawan merupakan bagian dari proses panjang pengembangan lembaga pendidikan tersebut.

STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura berawal dari PGAK Santo Stefanus yang berdiri pada 1979. Lembaga tersebut kemudian berkembang dan resmi menjadi sekolah tinggi pada 2007.

Pengembangan pendidikan terus dilakukan dengan membuka Program Studi Pendidikan Konseling Pastoral pada 2022. Dua tahun kemudian, STPK membuka Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Baca Juga :  Kemenag Kirim Dai ke Wilayah 3T Papua, Kakanwil Klemens Taran Berharap Kuota Ditambah

Dengan perkembangan tersebut, STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura kini memiliki empat program studi, yaitu Pendidikan Keagamaan Katolik, Pendidikan Konseling Pastoral, PGPAUD dan PGSD.

Paulus mengatakan pengembangan program studi diarahkan untuk menyesuaikan kebutuhan pendidikan di Papua. Para mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan akademik, tetapi juga diarahkan memiliki karakter, kepekaan sosial dan pemahaman terhadap kondisi masyarakat Papua.

“Para wisudawan adalah bagian dari perjalanan panjang transformasi lembaga. Karena itu, mereka diharapkan menjadi pribadi yang siap mengabdikan diri bagi gereja, bangsa, dan khususnya masyarakat di Tanah Papua,” katanya.

Ketua Yayasan Lumen Fidei Papua Silvester A. Boy Refra menambahkan bahwa kelulusan dari perguruan tinggi justru membuka tanggung jawab baru bagi para sarjana.

Ia meminta para lulusan tetap mengembangkan kemampuan di tengah perubahan teknologi, termasuk perkembangan kecerdasan buatan.

“Gelar akademik bukanlah mahkota untuk dibanggakan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, yayasan juga menyampaikan perpanjangan masa jabatan Ketua STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura mulai 9 September 2026 hingga 8 September 2028 berdasarkan hasil koordinasi dengan Uskup Keuskupan Jayapura.

Selain itu, yayasan memberikan ucapan selamat kepada Dr. Efaristus Slitubun, S.S., M.Pd. yang telah menyelesaikan pendidikan doktoral.

Sementara itu, Uskup Keuskupan Jayapura Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr., melalui Vikaris Jenderal Keuskupan Jayapura RD. Barnabas Daryana, Pr., mengingatkan para sarjana agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar.

Para lulusan diminta tetap rendah hati dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk melayani, membangun persaudaraan serta menjadi bagian dari upaya menjaga kedamaian di tengah keberagaman masyarakat Papua.

“Teruslah belajar dan membaca tanda-tanda zaman agar apa yang dilakukan tetap relevan dan membumi. Pergilah, bukan untuk hilang, tetapi pergi untuk menghasilkan buah,” pesannya.

Prosesi wisuda turut dihadiri Kabid Bimas Katolik Kanwil Kemenag Provinsi Papua Fransiskus Xaverius Lesomar, civitas akademika STPK Santo Yohanes Rasul Jayapura, para imam, biarawan dan biarawati, orang tua wisudawan serta tamu undangan.(Rilis)

Berita Terkait

Rekor Pengadaan Beras Nasional Tembus 4,1 Juta Ton, Bulog Papua Terkendala Kemarau
Pemkot Jayapura Data Warga Koya Tengah dari Rumah ke Rumah, Pastikan Program Tepat Sasaran
Pemuda Papua di Angkasa Mulai Garap Tomat dan Rica untuk Kemandirian Ekonomi
Setetes Darah Prajurit untuk Sesama, Yonif TP 810/BEM Hadir dalam Aksi Sosial
Casis Kodaeral X Jayapura Perkuat Stamina Lewat Pembinaan Fisik Terukur
Polemik Wakil Bupati Nduga Bergulir ke PTUN, Majelis Hakim Disebut Siapkan Penundaan Pelantikan
Yonif TP 810/BEM Bekali Siswa SMA Rajawali Hawai Wawasan Kebangsaan dan Disiplin
Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Rekor Pengadaan Beras Nasional Tembus 4,1 Juta Ton, Bulog Papua Terkendala Kemarau

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Pemkot Jayapura Data Warga Koya Tengah dari Rumah ke Rumah, Pastikan Program Tepat Sasaran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemuda Papua di Angkasa Mulai Garap Tomat dan Rica untuk Kemandirian Ekonomi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Setetes Darah Prajurit untuk Sesama, Yonif TP 810/BEM Hadir dalam Aksi Sosial

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Casis Kodaeral X Jayapura Perkuat Stamina Lewat Pembinaan Fisik Terukur

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya