Timika,Papuaterdepan.com– Pengelola pendidikan Kristen di Kabupaten Mimika didorong meningkatkan kualitas administrasi sekolah melalui pemanfaatan data yang akurat dan terbarui. Upaya tersebut dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika dengan menggelar seminar pengelolaan Education Management Information System (EMIS).
Seminar yang berlangsung selama dua hari, 9–10 Oktober 2026, di Aula Kantor Kemenag Mimika itu diikuti 28 peserta dari enam satuan pendidikan keagamaan.
Peserta terdiri atas kepala sekolah, operator, dan guru yang terlibat dalam pengelolaan data pendidikan. Mereka mendapatkan pembekalan langsung dari Fiesta Sihotang, operator Bidang Pendidikan Kristen Kanwil Kemenag Papua.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diarahkan memahami pentingnya ketepatan pengisian, kelengkapan informasi, serta pembaruan data EMIS secara berkala.
Fiesta menjelaskan, data pendidikan yang valid menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung perencanaan program, pengawasan, hingga penentuan kebijakan peningkatan mutu pendidikan.
“Data EMIS yang valid dan mutakhir sangat penting sebagai dasar dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan pemantauan, serta pengambilan kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan,” ujarnya.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Kristen Kemenag Mimika, Fredrik Yembise, menutup seminar dengan menekankan perlunya pendampingan lanjutan bagi para pengelola data sekolah.
Menurutnya, pelatihan harus memberikan dampak nyata terhadap kemampuan peserta dalam menjalankan tugas administrasi pendidikan. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan sekaligus dibagikan kepada tenaga pendidikan lainnya.
“Kami berharap kegiatan seminar ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan melalui pembinaan serta pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, sekolah-sekolah keagamaan dapat semakin meningkatkan kemampuan dalam mengelola data EMIS secara tertib, akurat, dan bertanggung jawab,” kata Fredrik.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan data sekolah perlu menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur pendidikan, bukan hanya operator.
Sebagai penutup, panitia menyerahkan sertifikat kepada peserta seminar sebagai bentuk penghargaan atas keikutsertaan mereka.
Enam satuan pendidikan yang mengikuti kegiatan ini yakni SDTK El-Betel, SDTK Kasih Karunia, SMPTK Fretigo, SMTK Berea, SMTK Timika, dan SMAK Arastamar Timika.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Mimika berharap pengelolaan data EMIS semakin tertib dan berkualitas sehingga dapat mendukung pengembangan pendidikan Kristen di daerah tersebut.(Rilis)









