Terendam Banjir Enam Bulan, MI Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi Harapkan Bantuan Kemenag

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAPPI,Papuaterdepan.com— Banjir setinggi 1,3 meter yang merendam MI Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi selama berbulan-bulan meninggalkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah. Kondisi tersebut mendorong pihak madrasah berharap adanya perhatian dan dukungan pemerintah untuk memperbaiki sarana pendidikan.

Kepala MI Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi, Sidarsini, menyampaikan kondisi tersebut saat menerima kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, di Kabupaten Mappi, Kamis (20/8/2026).

Sidarsini mengatakan banjir yang terjadi sejak Juni hingga Desember 2025 membuat aktivitas pembelajaran di madrasah terganggu selama kurang lebih enam bulan.

Ketinggian air bahkan mencapai sekitar 130 sentimeter sehingga ruang kelas tidak dapat digunakan secara normal. Para siswa terpaksa mengikuti pembelajaran di sejumlah tempat alternatif.

“Dari Juni 2025 sampai Desember, selama enam bulan kurang lebih banjir itu setinggi 130 sentimeter. Kami harus belajar di serambi masjid, di garasi, dan menumpang dua kelas di TK Ma’arif yang sama-sama dalam naungan Kemenag,” kata Sidarsini.

Setelah banjir surut, persoalan belum sepenuhnya selesai. Sejumlah bagian bangunan dan perlengkapan belajar mengalami kerusakan, mulai dari lantai, dinding hingga meja dan kursi.

Baca Juga :  Kemenag Papua Dukung Milad Aisyiyah ke-112 dan Peringatan Isra Mikraj 1447 H

Karena itu, pihak madrasah berharap adanya bantuan renovasi serta pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). Sidarsini menyebut sejak madrasah tersebut berdiri pada 2012, belum pernah memperoleh bantuan pembangunan RKB dari Kementerian Agama.

“Kami selama beroperasi dari tahun 2012 belum pernah dapat RKB dari Kemenag. Yang ada adalah swadaya dan dukungan APBD. Harapan kami kunjungan beliau ini membawa angin segar berupa RKB karena kami selama ini terdampak banjir,” ujarnya.

Kebutuhan madrasah, kata Sidarsini, tidak hanya berkaitan dengan ruang kelas. Pihaknya juga mengharapkan dukungan untuk pembangunan ruang kantor, laboratorium, penyediaan akses internet serta listrik.

Keterbatasan tenaga pendidik turut menjadi perhatian. Saat ini, tenaga guru yang mengajar di MI Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi masih mengandalkan dukungan pemerintah daerah melalui APBD dan tenaga yang berasal dari Kemendikbud.

“Kami baru punya guru dari Pemda, APBD, dari Kemendikbud untuk mengajar di MI. Harapan kami sangat besar terhadap Kakanwil dengan kunjungan beliau. Harapan kami semua, apa yang menjadi keluhan kami ini dapat terjawab,” katanya.

Baca Juga :  Dua MAN Insan Cendekia Masuk Ekosistem Sekolah Garuda, Pendidikan Madrasah Makin Kompetitif

Menanggapi aspirasi tersebut, Kakanwil Kemenag Papua Klemens Taran menyatakan akan membawa data dan kebutuhan madrasah tersebut untuk diperjuangkan di tingkat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

“Kita berharap dengan dokumen atau data yang akan kami sampaikan, teman-teman di Direktorat yang menangani bagian ini dapat memberi perhatian,” kata Klemens.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Papua, M. Muzakir Asso, memastikan pihaknya akan ikut mengawal usulan bantuan bagi MI Ma’arif 1 Nurul Huda Kepi.

Menurut Muzakir, pihaknya akan memperjuangkan madrasah tersebut agar mendapat dukungan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), termasuk mencari solusi terhadap persoalan bangunan yang berulang kali terdampak banjir.

“Kami Insya Allah berkomitmen dengan usulan yang disampaikan itu akan kami perjuangkan. Untuk mengatasi gedung sekolah yang sering terdampak banjir, akan kita pikirkan solusinya,” ujarnya.

Pihak madrasah berharap tindak lanjut atas kunjungan tersebut dapat segera diwujudkan sehingga proses belajar mengajar siswa tidak kembali terganggu apabila banjir melanda wilayah Kepi.(Rilis)

Berita Terkait

BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua
Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal
Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon
Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School
Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga
Cegah Gangguan Kamtibmas, Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru
Kejati Papua Luncurkan Adhyaksa Peduli Nelayan, Kawal Operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:23 WIB

BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya