Jayapura,Papuaterdepan.com – Waktu pelaksanaan program dan anggaran 2026 yang semakin terbatas menjadi perhatian Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta memastikan pekerjaan yang telah direncanakan tidak tertunda dan dapat diselesaikan sesuai target.
Kepala Bidang Pendidikan Kristen Kanwil Kemenag Papua, Yokbed Griapon, menyampaikan hal tersebut saat memberikan arahan dalam apel pagi di halaman Kanwil Kemenag Papua, Senin (31/8/2026).
Menurut Yokbed, akhir Agustus merupakan waktu yang tepat bagi setiap unit kerja untuk melihat kembali capaian selama delapan bulan terakhir. Evaluasi diperlukan agar pekerjaan yang masih tertinggal dapat segera dipetakan dan dituntaskan.
Ia meminta masing-masing unit memastikan dokumen, laporan serta pekerjaan yang berkaitan dengan program dan anggaran telah dipersiapkan dengan baik.
“Yang berkaitan dengan program dan anggaran, harap seluruh dokumen dan laporan disiapkan. Pekerjaan yang belum selesai agar segera dituntaskan dengan baik,” katanya.
Yokbed mengingatkan ASN agar tidak menunggu hingga penghujung tahun untuk menyelesaikan pekerjaan. Menurutnya, percepatan sejak sekarang akan membantu unit kerja menghindari penumpukan pekerjaan dan persoalan administrasi pada akhir tahun.
Disiplin Jadi Dasar Pelayanan
Di luar persoalan target program, Yokbed menempatkan kedisiplinan sebagai bagian penting dari tanggung jawab ASN.
Ia mengatakan apel pagi bukan sekadar agenda rutin mingguan, tetapi menjadi sarana untuk mengingatkan kembali kewajiban pegawai dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kedisiplinan, kata dia, harus terlihat dalam kehadiran, ketepatan waktu maupun kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
“Disiplin waktu, kehadiran, dan ketaatan pada aturan merupakan wujud integritas dan komitmen kita dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Yokbed juga meminta para pimpinan unit kerja memberikan pembinaan secara konsisten sehingga budaya disiplin dapat tumbuh dalam lingkungan kerja.
Pekerjaan Tak Boleh Berjalan Sendiri-sendiri
Yokbed selanjutnya menekankan pentingnya koordinasi antarunit. Ia mengingatkan bahwa pencapaian target organisasi membutuhkan kerja bersama, bukan hanya mengandalkan satu bidang atau individu.
Setiap ASN diminta membuka ruang komunikasi dan saling mendukung ketika menghadapi kendala dalam pekerjaan.
“Dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan, kita tidak dapat bekerja sendiri. Kita harus saling berkolaborasi dan saling mendukung dalam mencapai tujuan organisasi,” katanya.
Semangat kolaborasi tersebut juga dikaitkan dengan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, yakni integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan.
Yokbed berharap nilai tersebut menjadi pedoman dalam mengambil keputusan, menyelesaikan pekerjaan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Zona Integritas Perlu Komitmen Bersama
Selain mengejar target program, Kanwil Kemenag Papua juga terus mendorong pembangunan Zona Integritas (ZI).
Yokbed meminta tim yang telah dibentuk untuk menjalankan tugas sesuai enam area perubahan sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Kanwil Kemenag Papua.
Ia menekankan bahwa pelaksanaan pembangunan ZI membutuhkan keterlibatan seluruh ASN. Karena itu, apabila terdapat hambatan dalam pemenuhan tugas, masing-masing tim diminta segera melakukan koordinasi, termasuk dengan sekretariat.
“Jangan ragu untuk berkoordinasi apabila menemukan kendala. Kita harus saling mendukung agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” katanya.
Mengakhiri arahannya, Yokbed mengapresiasi kehadiran ASN dalam apel pagi dan mengajak seluruh pegawai memasuki pekan kerja dengan semangat baru.
Setelah apel, ASN Kanwil Kemenag Papua mengikuti ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
Ia berharap kedisiplinan, kolaborasi dan tanggung jawab tidak berhenti sebagai materi apel, tetapi menjadi budaya dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Bekerjalah dengan penuh semangat, tanggung jawab dan komitmen untuk melayani dengan hati,” pungkasnya.(Rilis)









