Jayapura,Papuaterdepan.com – Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPP BMP RI) memperingati hari ulang tahun ke-17 dengan menyalurkan 5.000 paket sembako kepada masyarakat serta menegaskan komitmen memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Kebangsaan Merah Putih BMP RI, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Jumat (16/10/2026), menjadi momentum bagi organisasi tersebut untuk memperkuat peran sosial sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Paket sembako disalurkan kepada sejumlah kelompok masyarakat, di antaranya para janda, mama-mama pedagang asli Papua, anak-anak jalanan, dan penyandang disabilitas. BMP RI juga memberikan bantuan uang tunai kepada para sesepuh dan pendiri organisasi sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi mereka.
Ketua Umum DPP BMP RI Max Abner Ohee mengatakan, perjalanan organisasi tersebut berawal dari masa transisi pada 1963, sebelum secara resmi terdaftar pada 16 Oktober 2009.
Ia menjelaskan, pembentukan BMP RI berkaitan dengan upaya memperjuangkan keterwakilan orang asli Papua (OAP) dalam lembaga legislatif melalui mekanisme yang sesuai dengan kerangka hukum dan kebijakan otonomi khusus.
Menurut dia, BMP RI bersama elemen adat turut mendorong agar orang asli Papua yang memiliki komitmen terhadap NKRI dapat mengambil bagian dalam keterwakilan melalui jalur khusus di lembaga legislatif.
Max mengatakan, BMP RI kini telah membentuk kepengurusan di enam provinsi dan tujuh kabupaten/kota. Ke depan, organisasi itu ingin memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kontribusi bagi masyarakat.
Ia juga mengajak generasi muda Papua untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal yang dapat memecah belah bangsa.
Selain menjalankan kegiatan sosial dan kebangsaan, BMP RI berupaya mengembangkan potensi ekonomi melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah produk usaha binaan turut ditampilkan dalam kegiatan tersebut sebagai upaya memperkenalkan hasil usaha kepada masyarakat.
Max berharap pemerintah dapat membuka ruang kolaborasi untuk mendukung pengembangan UMKM sehingga produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal BMP RI Ali Kabiay menyampaikan bahwa organisasi tersebut menargetkan konsolidasi dan pelantikan pengurus daerah di seluruh provinsi di Indonesia sebelum 2028.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi. Generasi muda diharapkan mampu menyaring informasi secara kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong maupun isu yang berpotensi memicu perpecahan.
Ali menilai penguatan organisasi di berbagai daerah perlu diikuti dengan peningkatan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkokoh semangat kebangsaan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Elpius Hugi, dalam kesempatan tersebut, mendorong organisasi kemasyarakatan untuk mengambil bagian dalam pendidikan kebangsaan, pengembangan kepemimpinan pemuda, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan sosial.
Ia berharap generasi muda Papua tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, disiplin, dan berdaya saing, tanpa kehilangan identitas serta nilai-nilai budaya yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Papua.
Menurut dia, semangat nasionalisme perlu berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap adat, budaya, dan hak-hak masyarakat adat. Organisasi kemasyarakatan juga diharapkan mengedepankan sikap inklusif dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan dies natalis ke-17 BMP RI turut dihadiri pengurus DPD dan DPC BMP RI di Papua, perwakilan pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Jayapura, Kejaksaan Tinggi Papua, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, tokoh adat, tokoh agama, para sesepuh, serta perwakilan TNI dan Polri.
Melalui peringatan tersebut, BMP RI berharap kegiatan sosial dan penguatan wawasan kebangsaan dapat terus berjalan beriringan, sehingga kehadiran organisasi memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat persatuan di Tanah Papua.(Naldo)









