SARMI,Papuaterdepan.com – Ondoafi Bagaiserwar, Kaleb Sawen, mengajak generasi muda Papua memperkuat semangat kebangsaan dengan berpegang teguh pada Pancasila, menjunjung Undang-Undang Dasar 1945, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia menegaskan, pemuda memiliki peran penting dalam merawat persatuan, menjaga kedamaian, dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di Tanah Papua.
Pesan tersebut disampaikan Kaleb dalam Dialog Adat Pemuda Damai Papua bertema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan dan Membangun Kampung Damai” yang berlangsung di Kampung Bagaiserwar 2, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang digelar menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda itu menjadi momentum untuk mengingatkan generasi muda agar terus memelihara persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Kaleb mengatakan, perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia yang harus dihormati. Keberagaman tersebut, menurutnya, perlu menjadi kekuatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat, bukan sumber perpecahan.
“Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang hendaknya menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan menjadi alasan untuk menciptakan perpecahan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pemuda agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun informasi yang belum terverifikasi, terutama jika berpotensi memicu konflik dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
Menurut Kaleb, komitmen menjaga persatuan harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, seperti menghormati sesama, mengembangkan sikap toleransi, menaati hukum, dan berpartisipasi dalam kegiatan positif yang mendukung kemajuan daerah.
Adat Papua dan Nilai Pancasila Harus Sejalan
Selain menekankan pentingnya semangat kebangsaan, Kaleb mengingatkan generasi muda agar tetap menjaga warisan adat dan budaya Papua sebagai bagian dari identitas masyarakat.
Ia menilai nilai-nilai luhur dalam adat Papua, seperti persaudaraan, musyawarah, dan penghormatan terhadap sesama, memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial yang damai.
Karena itu, pelestarian adat perlu berjalan beriringan dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kaleb mengajak pemuda di Kabupaten Sarmi dan wilayah Papua lainnya untuk mengambil peran sebagai pelopor perdamaian sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.
“ Mari kita buktikan bahwa generasi muda Papua mampu menjadi pelopor perdamaian dan berkontribusi bagi kemajuan daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Ia berharap momentum Hari Sumpah Pemuda dapat memperkuat tekad generasi muda untuk menjaga persaudaraan, menghargai keberagaman, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan di Tanah Papua.
Kaleb menegaskan, masa depan daerah membutuhkan generasi muda yang tidak hanya bangga terhadap identitas adatnya, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persatuan dan kehidupan bersama.
Ia pun mengajak seluruh pemuda menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan dalam kehidupan berbangsa, sekaligus menjaga keutuhan NKRI dengan merawat perdamaian dan persaudaraan di Tanah Papua.(Redaksi)









