Hilal Tak Terlihat di Papua, Cuaca Berawan dan Penghalang Alam Jadi Kendala

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Papuaterdepan.com – Tim Rukyatul Hilal Provinsi Papua tidak berhasil mengamati hilal penanda awal Zulhijjah 1447 Hijriah saat pemantauan yang dilakukan di Bukit Hele’yo Yobeh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu, (17/05/2026).

Meski secara astronomis posisi hilal telah memenuhi kriteria imkan rukyat, kondisi cuaca yang berawan serta adanya penghalang alam di lokasi pengamatan menyebabkan hilal tidak dapat terlihat.

Ketua Tim Rukyatul Hilal Provinsi Papua Hendra Yulia Rahman mengatakan berdasarkan hasil hisab, posisi hilal sebenarnya telah berada di atas ufuk dengan tinggi sekitar 4,3 derajat dan elongasi mencapai 6,4 derajat.

“Hilal tidak terlihat meskipun sudah berada di atas ufuk. Tinggi hilal sekitar 4,3 derajat dan elongasinya sudah mencapai sekitar 6,4 derajat,” katanya di sela-sela pemantauan.

Menurut Hendra, terdapat dua faktor utama yang menyebabkan hilal gagal diamati di titik pantau tersebut.

“Yang pertama kondisi cuaca berawan. Yang kedua adanya obstacle atau penghalang berupa bukit maupun hutan di arah fokus pengamatan,” ujarnya.

Pemantauan hilal awal Zulhijjah di Bukit Hele’yo Yobeh merupakan bagian dari pengamatan serentak yang dilakukan di 88 titik di seluruh Indonesia. Papua menjadi salah satu wilayah strategis karena berada di bagian paling timur Indonesia.

Baca Juga :  Polisi amankan dua pemuda bawa Ganja di Pelabuhan Jayapura

Sebelumnya, Hendra berharap hilal dapat terlihat di Papua mengingat lokasi yang sama pernah mencatat keberhasilan pengamatan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kita berharap hilal dapat terlihat karena sebelumnya sudah beberapa kali terlihat di Papua. Kalau hari ini bisa terlihat, mungkin menjadi catatan tersendiri bagi pengamatan hilal di Indonesia,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang tetap mendukung pelaksanaan rukyatul hilal meskipun dilaksanakan pada masa libur panjang.

“Kami berterima kasih kepada seluruh tim, termasuk BMKG yang terus memberikan dukungan sehingga kegiatan ini tetap dapat terlaksana,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura, Danang Pamuji D.L.Y., mengatakan pengamatan hilal awal Zulhijjah memiliki arti penting bagi umat Islam karena berkaitan dengan penetapan waktu pelaksanaan ibadah haji dan Hari Raya Iduladha.

“Walaupun hari libur dan long weekend, kita tetap bekerja untuk umat. Bulan Zulhijjah merupakan bulan penting bagi umat Muslim karena berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji,” katanya.

Baca Juga :  Menag: Tunjangan Guru PAI Non ASN Naik Rp500 Ribu

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran melalui sambutan yang dibacakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura Steven Alexander Wonmaly menyebut rukyatul hilal merupakan perpaduan antara syariat Islam dan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Menurutnya, Papua memiliki posisi strategis karena menjadi wilayah pertama di Indonesia yang melakukan pengamatan hilal.

“Papua memiliki peran strategis dalam pengamatan hilal karena menjadi wilayah pertama yang melakukan pengamatan di Indonesia. Oleh karena itu, akurasi dan kesungguhan tim di lapangan sangat menentukan sebagai bahan laporan dalam Sidang Isbat tingkat nasional,” katanya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara Kementerian Agama, BMKG, organisasi kemasyarakatan Islam, akademisi, serta Tim Hisab Rukyat yang terus menjaga kolaborasi dalam pelaksanaan pengamatan hilal.

Hasil pemantauan dari Papua selanjutnya menjadi salah satu bahan laporan yang disampaikan dalam Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 Hijriah di tingkat nasional.(Rilis)

Berita Terkait

Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Biosolar Subsidi di Entrop
Yonif TP 810/BEM Sisir Doyo Baru pada Malam Hari, Warga Diajak Jaga Kamtibmas
BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua
Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal
Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon
Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School
Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Biosolar Subsidi di Entrop

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Yonif TP 810/BEM Sisir Doyo Baru pada Malam Hari, Warga Diajak Jaga Kamtibmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:23 WIB

BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya