Jayapura,Papuaterdepan.com– Upaya meningkatkan kapasitas keagamaan aparatur sipil negara terus dilakukan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua. Salah satunya melalui pengajian rutin yang dipadukan dengan pembelajaran bahasa Arab bagi pegawai muslim di lingkungan Kanwil Kemenag Papua.
Kegiatan yang berlangsung di Musala Al-Ikhlas pada Senin (14/9/2026) tersebut menghadirkan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Papua, **Muslimin Yelipele**, yang memberikan materi seputar pentingnya majelis ilmu serta pengenalan dasar bahasa Arab sebagai sarana memahami sumber ajaran Islam.
Dalam pemaparannya, Muslimin menekankan bahwa budaya belajar harus terus dipelihara oleh setiap muslim, termasuk di lingkungan kerja. Menurutnya, majelis ilmu bukan hanya tempat menambah pengetahuan, tetapi juga wadah membangun karakter dan memperkuat kebiasaan dalam melakukan kebaikan.
Ia mengingatkan bahwa ilmu dan amal merupakan dua hal yang saling melengkapi. Pemahaman yang benar akan melahirkan tindakan yang tepat, sementara setiap amal perlu ditopang oleh landasan ilmu yang kuat.
Selain kajian keagamaan, peserta mendapatkan pengenalan metode sederhana mempelajari bahasa Arab. Materi diawali dengan memahami pola dasar penyusunan kalimat melalui konsep subjek, predikat, dan objek (SPO) yang dinilai dapat membantu peserta mengenali fungsi kata dalam sebuah kalimat.
Pendekatan tersebut digunakan agar peserta lebih mudah memahami teks berbahasa Arab tanpa harus bergantung sepenuhnya pada hafalan. Dengan mengenali pola dan struktur kalimat, proses memahami makna sebuah teks dapat dilakukan secara lebih sistematis.
Muslimin juga menjelaskan berbagai perubahan bentuk kata dalam bahasa Arab yang menghasilkan makna berbeda. Melalui contoh kata kerja, peserta diperlihatkan bagaimana perubahan susunan huruf dan harakat dapat menunjukkan waktu, pelaku, maupun fungsi tertentu dalam kalimat.
Menurutnya, bahasa Arab memiliki pola yang teratur sehingga dapat dipelajari oleh siapa saja tanpa memandang usia. Dengan memahami bentuk dasar dan pengembangannya, seseorang akan lebih mudah memperkaya kemampuan membaca serta memahami literatur keislaman.
Dalam sesi tersebut, peserta juga dikenalkan pada tiga kelompok utama kosakata bahasa Arab, yaitu *isim* atau kata benda, *fi’il* atau kata kerja, dan *harf* atau kata penghubung. Ketiga unsur tersebut menjadi fondasi penting dalam mempelajari tata bahasa Arab.
Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan komunikatif. Para peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang disampaikan, mulai dari makna kata, perubahan bentuk kata, hingga penerapannya dalam berbagai konteks kalimat.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Papua berharap budaya belajar dan penguatan literasi keagamaan di kalangan ASN terus tumbuh. Selain meningkatkan pemahaman agama, penguasaan dasar bahasa Arab juga diharapkan membantu pegawai dalam mengakses dan memahami berbagai referensi keislaman secara lebih mendalam.(Rilis)









