Kepala Suku Armati Minta Warga Sarmi Tak Terprovokasi Penolakan MBG

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarmi,Papuaterdepan.com– Kepala Suku Armati, Yafet Weiraso, mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sarmi untuk menjaga stabilitas keamanan dan tidak terlibat dalam gerakan yang berpotensi menghambat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Seruan tersebut disampaikan Yafet saat Diskusi Adat Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional yang berlangsung di Kelurahan Mararena, Distrik Sarmi, Minggu (27/9/2026).

Dalam forum tersebut, Yafet menegaskan bahwa perbedaan pandangan terhadap suatu program pemerintah tidak boleh berkembang menjadi tindakan yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan kritik maupun masukan terhadap pelaksanaan Program MBG. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan melalui jalur dialog dan mekanisme yang sesuai sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait.

Baca Juga :  Ondoafi Skouw Sae Ajak Warga Perkuat Persatuan Lewat Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

“Setiap aspirasi harus disampaikan secara damai, tertib dan bertanggung jawab. Jangan sampai ada tindakan provokatif yang justru mengganggu aktivitas masyarakat maupun pelaksanaan program yang ditujukan bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat,” ujar Yafet.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar luas melalui media sosial dan berpotensi memecah persatuan warga.

Untuk itu, Yafet meminta para kepala suku, Ondoafi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda mengambil peran aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyikapi berbagai persoalan.

“Kepentingan anak-anak dan masyarakat harus menjadi prioritas bersama. Jika ada kekurangan dalam pelaksanaan program, mari diselesaikan melalui komunikasi dan dialog, bukan dengan tindakan yang dapat menimbulkan konflik sosial,” katanya.

Baca Juga :  Tokoh Adat Keerom: Jangan Biarkan Tragedi Yahukimo Memecah Persaudaraan Papua

Yafet menilai momentum Hari Tani Nasional seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, menjaga persatuan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, kondisi keamanan yang terjaga akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas pertanian, pendidikan, ekonomi, dan berbagai kegiatan pembangunan lainnya secara optimal.

Di akhir penyampaiannya, Yafet kembali mengajak seluruh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Sarmi untuk menahan diri dari tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Mari bersama menjaga kedamaian, menyampaikan aspirasi secara santun dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat serta masa depan generasi Papua,” tegasnya.(Naldo)

Berita Terkait

Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama
Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi
Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah, Patroli Malam Sasar Permukiman Warga Doyo Baru
Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan
PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai
PPSN VI Malang, Kakanwil Kemenag Papua Dorong Santri Jadi Duta Kemanusiaan dan Lingkungan
Lewat Jumat Berkah, Yonif TP 810/BEM Perkuat Silaturahmi dengan Warga
BMP RI dan Pemkot Jayapura Turun Tangan Pulihkan Wai Mhorock Pascabanjir, 150 Paket Sembako Disalurkan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah, Patroli Malam Sasar Permukiman Warga Doyo Baru

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 03:51 WIB

Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:05 WIB

PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya