Revitalisasi Madrasah di Nabire Tuntas Bertahap, MA Asy Syafiiyah Masih Kekurangan Guru Tetap

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papuaterdepan.com – Perbaikan sarana pendidikan melalui program revitalisasi madrasah mulai dirasakan manfaatnya oleh Madrasah Aliyah (MA) Asy Syafiiyah Nabire, Papua Tengah. Namun, di tengah pembenahan fasilitas fisik tersebut, sekolah masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik tetap serta belum memiliki aula untuk menunjang kegiatan belajar dan pertemuan.

Kondisi itu diketahui saat tim Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua melakukan pemantauan revitalisasi madrasah di MA Asy Syafiiyah pada 16 September 2026. Tim yang terdiri atas Imam Rochimi, Irsan Kuylo, dan Ila Irnawati tersebut didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kabupaten Nabire, Bahar.

Dalam pertemuan itu, Wakil Kepala MA Asy Syafiiyah, Sujawati, menjelaskan bahwa program revitalisasi membawa perubahan terhadap kondisi sejumlah fasilitas sekolah yang sebelumnya membutuhkan perbaikan.

Pekerjaan yang dilakukan mencakup pembangunan toilet untuk siswa laki-laki, siswa perempuan, dan guru. Selain itu, rehabilitasi juga menyasar ruang kelas X, XI, dan XII, laboratorium, serta ruang kantor.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua Minta Pemda Dilibatkan Urus Penerima Beasiswa "Kita Cinta Papua"

Menurut Sujawati, keberadaan toilet baru menjadi salah satu perubahan yang paling dirasakan warga sekolah. Sebelum fasilitas tersebut tersedia, siswa harus menuju masjid untuk menggunakan toilet.

Meski demikian, pembenahan bangunan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan madrasah. Ketersediaan guru tetap masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian agar proses pembelajaran berjalan lebih konsisten.

MA Asy Syafiiyah saat ini memiliki 17 guru, terdiri atas tiga aparatur sipil negara (PNS) dan 14 tenaga honorer. Sementara itu, jumlah siswa dari kelas X hingga XII secara keseluruhan masih di bawah 30 orang.

Sujawati berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap pemenuhan tenaga pendidik, termasuk melalui penempatan guru berstatus PNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan, sebagian guru honorer datang ke sekolah untuk memenuhi jam mengajar masing-masing, kemudian meninggalkan sekolah setelah tugasnya selesai. Karena itu, keberadaan guru tetap dinilai penting untuk mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan sekaligus kebutuhan sekolah di luar jam pembelajaran.

Baca Juga :  Empat Pegawai Kemenag Papua Diguyur Penghargaan Satyalancana di HUT ke-81 RI

Kebutuhan lain yang belum terpenuhi ialah aula. Selama ini, ruang kelas kerap digunakan untuk kegiatan rapat atau pertemuan karena madrasah belum memiliki bangunan khusus. Penggunaan ruang belajar untuk kegiatan tersebut berpotensi mengganggu jadwal pembelajaran siswa.

Persoalan lingkungan sekolah juga masih perlu ditangani, terutama terkait saluran drainase dan genangan air. Madrasah pernah mengalami banjir pada malam hari hingga air merendam dan merusak pompa air yang digunakan sekolah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya membutuhkan bangunan yang layak, tetapi juga dukungan tenaga pendidik, ruang penunjang, dan lingkungan sekolah yang aman.

Pemantauan revitalisasi itu menjadi kesempatan untuk menyampaikan kondisi riil madrasah serta kebutuhan yang masih harus ditindaklanjuti. Dengan dukungan berkelanjutan, fasilitas yang telah diperbaiki diharapkan dapat diikuti peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi para siswa di Nabire.(Rilis)

Berita Terkait

Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Biosolar Subsidi di Entrop
Yonif TP 810/BEM Sisir Doyo Baru pada Malam Hari, Warga Diajak Jaga Kamtibmas
BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua
Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal
Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon
Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School
Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Biosolar Subsidi di Entrop

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Yonif TP 810/BEM Sisir Doyo Baru pada Malam Hari, Warga Diajak Jaga Kamtibmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:23 WIB

BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya