JAYAPURA,Papuaterdepan.com — Penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus kegiatan Batalyon Infanteri TP 810/Beyea Emare Memare (BEM) di Kabupaten Jayapura, Papua. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan Kompi Produksi yang melibatkan Staf Teritorial Angkatan Darat.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari sejak Oktober 2026 ini dilaksanakan di Hotel Suni Garden Lake Sentani dan lahan milik Yonif TP 810/BEM di Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.
Bimtek dipimpin Kolonel Inf Andi Triasmono, S.Sos., M.Si., M.N.S.S., dengan peserta dari jajaran Kodim dan Yonif TP di lingkungan Kodam XVII/Cenderawasih.
Sejumlah pejabat militer turut mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya Kasiter Korem 172/PWY Kolonel Inf Arens France George Abidondifu, Danbrigif 80/Kurare Kolonel Inf Hirta Juni Adriansyah, S.Sos., M.Han., M.M., Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf Tommy Yudistyo, S.Sos., M.Han., serta Danyonif TP 810/BEM Letkol Inf Iskandar, S.E., M.Tr.Mil.
Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pengetahuan mengenai pengelolaan lahan pertanian dan pengembangan usaha pangan yang dapat diterapkan di lingkungan satuan maupun wilayah binaan.
Materi pelatihan mencakup pengolahan lahan yang belum dimanfaatkan, penanaman padi dan jagung, budidaya sayuran, penggunaan pupuk organik, serta pengelolaan peternakan dan perikanan. Peserta juga mempelajari tata kelola hasil panen untuk menunjang ketersediaan pangan secara berkelanjutan.
Komandan Yonif TP 810/BEM Letkol Inf Iskandar mengatakan, penunjukan satuannya sebagai lokasi pelaksanaan Bimtek merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan kesiapan prajurit dalam mengembangkan program ketahanan pangan.
Ia menilai, Kompi Produksi memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian pangan, terutama melalui pemanfaatan lahan dan pengembangan kegiatan produktif yang sesuai dengan potensi daerah.
Menurut Iskandar, prajurit tidak hanya dituntut menjalankan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga diharapkan mampu berkontribusi dalam mendukung program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap, materi yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara nyata sehingga kegiatan produksi pangan di Yonif TP 810/BEM berkembang dan dapat menjadi contoh bagi satuan lain.
Pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan juga diharapkan membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal serta mendukung kesejahteraan keluarga.
Pelaksanaan Bimtek ini menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Darat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan Asta Cita pemerintah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pengembangan kegiatan produksi pangan di daerah.
Yonif TP 810/BEM diharapkan dapat melanjutkan hasil pelatihan tersebut melalui program yang berkelanjutan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh prajurit, tetapi juga masyarakat di Kabupaten Jayapura.(Rilis)









