Timika, Papuaterdepan.com — Setelah 26 tahun mengabdi di lingkungan Kementerian Agama, Gabriel Rettobyaan resmi mengakhiri tugasnya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Selasa (1/9/2026).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran menyampaikan apresiasi atas perjalanan pengabdian Gabriel sekaligus berharap pengalaman yang dimilikinya tetap dimanfaatkan untuk mendukung pembinaan kehidupan umat beragama di Papua.
“Walaupun secara administratif telah mengakhiri tugas hari ini, tapi dalam rangka tugas dan tanggung jawab pembinaan umat, terus menjadi mitra strategis dari Kementerian Agama,” kata Klemens saat memberikan pembinaan kepada ASN Kemenag Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak.
Menurut Klemens, berakhirnya masa kedinasan tidak harus menjadi akhir dari kontribusi seseorang terhadap masyarakat. Karena itu, ia berharap komunikasi dan kemitraan yang telah terbangun selama Gabriel menjalankan tugas dapat terus dilanjutkan.
Klemens juga mengapresiasi kiprah Gabriel selama bertugas, termasuk dalam membangun hubungan kerja dengan Pemerintah Kabupaten Mimika.
Sementara itu, Gabriel dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kementerian Agama yang telah mendukung perjalanan pengabdiannya.
Ia berharap Kemenag di Papua terus membangun lingkungan kerja yang kuat melalui kolaborasi dan kebersamaan agar pelayanan kepada umat dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Hanya melalui ekosistem, bergandengan tangan bersama membentuk sebuah lingkaran besar dan membawa nyala kita masing-masing untuk membentuk sebuah nyala yang besar dalam menerangi Kemenag khususnya di Mimika dan di Papua dalam melayani dan mengabdi kepada umat,” ujarnya.
Menjelang berakhirnya masa tugasnya, Gabriel juga menitipkan pesan kepada ASN Kemenag Mimika agar tetap berpegang pada aturan dalam menjalankan pekerjaan dan tanggung jawab.
Ia menekankan pentingnya disiplin serta penghormatan terhadap kewenangan masing-masing dalam struktur organisasi.
“Jadilah aparatur yang betul-betul taat aturan, taat kepada amanah yang diberikan dalam jabatan,” katanya.
Pesan serupa disampaikan Klemens kepada ASN Kemenag Mimika, khususnya dalam menghadapi masa transisi kepemimpinan. Ia meminta seluruh aparatur tetap menjalankan tugas sesuai ketentuan dan menghormati mekanisme yang berlaku dalam proses pergantian pimpinan.
Klemens menegaskan pelayanan kepada masyarakat dan umat harus tetap berjalan meskipun terjadi perubahan kepemimpinan di lingkungan Kementerian Agama.
Dengan berakhirnya masa jabatan Gabriel, Kemenag Mimika memasuki fase baru kepemimpinan. Namun, Klemens berharap nilai pengabdian dan kerja sama yang telah dibangun selama ini tetap menjadi bagian dari keberlanjutan pelayanan keagamaan di daerah tersebut.(Rilis)









