Bertahan di Tengah Keterbatasan, Yayasan As’adiyah Mappi Minta Dukungan Pemerintah

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAPPI — Perjuangan menghadirkan pendidikan di wilayah pelosok Papua Selatan masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya dialami Yayasan As’adiyah Al-Anshar di Distrik Assue, Kabupaten Mappi, yang berada sekitar 113 kilometer dari pusat kabupaten.

Di tengah keterbatasan akses, yayasan tersebut tetap mempertahankan layanan pendidikan bagi masyarakat dengan mengelola sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari TPA-MDA, TK, Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP hingga pondok pesantren.

Kondisi dan kebutuhan yayasan menjadi perhatian Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, bersama Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Papua, M. Muzakir Asso, saat melakukan kunjungan kerja ke Distrik Assue.

Kunjungan tersebut sekaligus untuk melihat pembangunan ruang kelas dan asrama yang mendapat dukungan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Namun, pembangunan fisik belum sepenuhnya menjawab kebutuhan yayasan. Ketua Yayasan As’adiyah Al-Anshar, Adi Muhammad Arsyad, mengatakan pihaknya masih menghadapi persoalan tenaga pendidik yang menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak.

Menurutnya, mencari guru yang bersedia mengabdi di wilayah pelosok jauh lebih sulit dibandingkan di perkotaan. Akibat keterbatasan tersebut, sejumlah pengurus yayasan harus merangkap sebagai tenaga pengajar.

“Kita di sini sangat kekurangan tenaga pendidik. Karena di pelosok, sangat susah orang mau mengabdi di sekolah yayasan kita, berbeda dengan di kota,” kata Arsyad.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi melalui penempatan atau penugasan guru PPPK di lembaga pendidikan yang dikelola yayasan.

Arsyad juga menyampaikan persoalan infrastruktur dasar yang masih membayangi kegiatan belajar mengajar. Gedung baru yang dibangun membutuhkan dukungan air bersih, listrik dan penerangan agar dapat digunakan secara maksimal.

Baca Juga :  Kemenag Gelar Refleksi dan Proyeksi 2025 di Jakarta

Selama ini, kebutuhan listrik yayasan masih mengandalkan mesin diesel yang digunakan bersama dengan fasilitas masjid. Penggunaannya pun terbatas karena harus menyesuaikan kebutuhan dan waktu pemakaian masjid.

“Bangunan baru itu sangat membutuhkan fasilitas berupa sumur air, penerangan, kelistrikan, karena sekolah kita banyak menggunakan alat elektronik,” ujarnya.

Ketersediaan bahan bakar minyak turut menjadi kendala. Lokasi yayasan yang jauh dari pusat Kabupaten Mappi membuat kebutuhan operasional mesin diesel tidak selalu mudah dipenuhi, terlebih ketika terjadi keterbatasan pasokan BBM.

Persoalan lahan juga menjadi tantangan. Yayasan memiliki sekitar empat hektare tanah, tetapi sebagian belum dapat dimanfaatkan karena kondisi tanah yang merupakan kawasan rawa.

Ketika hujan turun, area kosong di sekitar bangunan mudah tergenang. Yayasan berharap pemerintah dapat membantu melakukan penimbunan lahan sehingga pengembangan fasilitas pendidikan ke depan tidak kembali terkendala kondisi tanah.

“Kami mohon kepada Bapak Kakanwil agar diusulkan ke pimpinan bagaimana caranya sehingga kita ada penimbunan lahan,” kata Arsyad.

Selain pembangunan gedung, pihak yayasan juga mengharapkan dukungan meubelair dan berbagai fasilitas penunjang untuk ruang kelas serta asrama.

Menanggapi berbagai kebutuhan tersebut, Kakanwil Kemenag Papua Klemens Taran menyatakan akan mengawal aspirasi Yayasan As’adiyah dan membawanya dalam pembahasan di tingkat Kementerian Agama.

Klemens menilai keberadaan lembaga pendidikan di Distrik Assue perlu mendapat perhatian khusus dalam perencanaan program selanjutnya.

Baca Juga :  Kemenag Papua Fokus Efisiensi, Rakor Pagu Anggaran 2026 Tekankan Dampak Nyata untuk Umat

“Kami hadir di sini untuk kemudian melengkapi kekurangan-kekurangan ini. Dalam perencanaan berikut, As’adiyah di Distrik Assue Kabupaten Mappi harus menjadi prioritas,” tegas Klemens.

Ia berharap pembangunan yang telah berjalan dapat dilengkapi dengan fasilitas pendukung sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan siswa dan tenaga pendidik.

Komitmen serupa disampaikan M. Muzakir Asso. Ia memastikan aspirasi dari pengelola Yayasan As’adiyah akan dikawal secara bertahap dan berjenjang.

“Insya Allah, kami akan tindak lanjuti dan kami kawal. Program ini kita maksimalkan, kalau bisa akan bertahap dan berjenjang di tahun berjalan dan tahun berikutnya,” ujar Muzakir.

Selain menjalankan pendidikan formal, Pondok Pesantren As’adiyah juga memberikan perhatian kepada anak-anak asli Papua. Para santri disebut memperoleh beasiswa penuh sehingga dapat mengikuti pendidikan tanpa terbebani biaya.

Namun, kebijakan tersebut membutuhkan dukungan operasional yang lebih kuat. Pengelola berharap adanya bantuan pembiayaan sekaligus pendampingan agar para santri memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk mandiri dan mengembangkan potensi mereka.

Dengan berbagai kebutuhan tersebut, Yayasan As’adiyah berharap dukungan pemerintah dapat diberikan secara menyeluruh, tidak hanya dalam bentuk pembangunan gedung, tetapi juga tenaga pendidik, sarana pembelajaran, air bersih, listrik dan operasional.

Bagi masyarakat di Distrik Assue, keberadaan yayasan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka akses pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat Kabupaten Mappi.(Rilis)

Berita Terkait

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga
SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura
Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura
Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja
ASN Kemenag Papua Diingatkan Tak Menyerah Saat Hasil Kerja Belum Terlihat
Gema Selawat di Kemenag Papua, Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Cinta Tanah Air
Penyelenggara Buddha Kemenag Kota Jayapura Ajak ASN Pisahkan Urusan Pribadi dan Kedinasan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:36 WIB

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga

Rabu, 2 September 2026 - 15:19 WIB

SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan

Rabu, 2 September 2026 - 15:05 WIB

Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura

Rabu, 2 September 2026 - 08:16 WIB

Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:49 WIB

Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya