Kemenag: Menag Ajak Umat Islam Lampaui Standar Minimal Zakat

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Papuaterdepan.com– Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa ajakan Menteri Agama untuk “melampaui zakat” bukan berarti meninggalkan kewajiban zakat, melainkan mendorong optimalisasi filantropi Islam melalui infak, sedekah, hibah, dan wakaf.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag Thobib Al Asyhar merespons viralnya potongan pernyataan Menteri Agama dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026.

Menurut Thobib, pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar dipotong sehingga keluar dari konteks utuhnya. Jika disimak secara lengkap, Menag mengajak umat Islam, khususnya kalangan mampu (aghniya), agar tidak hanya terpaku pada kewajiban minimal zakat 2,5 persen, tetapi memperluas kontribusi sosial melalui instrumen filantropi lainnya.

“Jika umat Islam hanya terpaku pada angka 2,5 persen, maka potensi ekonomi umat yang sangat besar tidak akan optimal. Menag ingin menekankan bahwa kedermawanan Muslim harus jauh melampaui angka tersebut melalui sedekah dan infak yang tidak dibatasi persentase tertentu,” ujar Thobib dalam keterangannya.

Baca Juga :  Hilal Tak Teramati di Merauke Posisi Minus 1,93 Derajat, Kemenag Papua Pesankan Toleransi

Ia menambahkan, secara historis pada masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, semangat yang dibangun adalah memberi tanpa batas melalui sedekah, bukan sekadar menggugurkan kewajiban tahunan.

Kemanusiaan Melampaui Sekat

Thobib menjelaskan, zakat memiliki ketentuan distribusi yang tegas kepada delapan golongan penerima (asnaf). Sementara itu, dana di luar zakat seperti infak, sedekah, dan hibah memiliki fleksibilitas lebih luas untuk menjangkau persoalan kemanusiaan lintas latar belakang, termasuk membantu masyarakat dari agama lain atau rumah ibadah yang terbengkalai.

“Zakat memiliki aturan asnaf yang ketat. Maka untuk menjangkau persoalan kemanusiaan yang lebih luas, umat Islam perlu mengaktifkan pundi-pundi lain seperti infak dan hibah sebagaimana dicontohkan Rasulullah,” katanya.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua Sentil Pengurus IPARI: Jangan Cuma Bikin Program Bagus di Atas Kertas!

Menurut dia, filantropi Islam memiliki dimensi universal sebagai rahmatan lil ‘alamin, sehingga dapat berkontribusi bagi kemaslahatan seluruh umat manusia.

Dorong Ekonomi Syariah

Ajakan Menag juga ditujukan kepada para ekonom syariah agar membangun ekosistem yang mendorong budaya kedermawanan lebih luas. Dengan membandingkan imbal hasil instrumen keuangan modern yang bisa mencapai 6 hingga 9 persen, Menag mengingatkan umat Islam agar lebih progresif dalam “investasi akhirat”.

“Kalau untuk investasi duniawi saja berani mengeluarkan angka besar, seharusnya investasi akhirat tidak hanya mencukupkan diri di angka 2,5 persen,” ujar Thobib mengutip pesan Menag.

Kemenag mengimbau masyarakat untuk memahami pernyataan Menteri Agama secara utuh. Zakat tetap merupakan rukun Islam yang wajib ditunaikan, namun idealnya menjadi titik awal, sementara sedekah dan infak menjadi gaya hidup yang tidak terbatas jumlahnya.(Rilis)

Berita Terkait

Pemkot Jayapura Data Warga Koya Tengah dari Rumah ke Rumah, Pastikan Program Tepat Sasaran
Pemuda Papua di Angkasa Mulai Garap Tomat dan Rica untuk Kemandirian Ekonomi
Setetes Darah Prajurit untuk Sesama, Yonif TP 810/BEM Hadir dalam Aksi Sosial
Casis Kodaeral X Jayapura Perkuat Stamina Lewat Pembinaan Fisik Terukur
Polemik Wakil Bupati Nduga Bergulir ke PTUN, Majelis Hakim Disebut Siapkan Penundaan Pelantikan
Yonif TP 810/BEM Bekali Siswa SMA Rajawali Hawai Wawasan Kebangsaan dan Disiplin
Yonif TP 810/BEM Perkuat Kedekatan dengan Warga Melalui Sosialisasi di Doyo Lama
Jejak Rp44,2 Miliar di DPRP Diburu, Kejati Papua Periksa 15 Saksi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Pemkot Jayapura Data Warga Koya Tengah dari Rumah ke Rumah, Pastikan Program Tepat Sasaran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemuda Papua di Angkasa Mulai Garap Tomat dan Rica untuk Kemandirian Ekonomi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Setetes Darah Prajurit untuk Sesama, Yonif TP 810/BEM Hadir dalam Aksi Sosial

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Casis Kodaeral X Jayapura Perkuat Stamina Lewat Pembinaan Fisik Terukur

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Polemik Wakil Bupati Nduga Bergulir ke PTUN, Majelis Hakim Disebut Siapkan Penundaan Pelantikan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya