Kemenag Targetkan Siswa dan Santri Jadi Agen Perubahan di Ruang Digital

- Redaksi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Papuaterdepan.com – Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak, yang dikenal dengan sebutan PP Tunas, resmi berlaku efektif mulai 28 Maret 2026.

Menyambut kebijakan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat literasi digital bagi lebih dari 13 juta siswa dan santri yang berada di bawah binaan mereka. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis menciptakan ruang digital yang aman, etis, dan ramah anak.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyatakan bahwa pihaknya memiliki peran krusial dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan beretika.

“Kami menyambut baik berlakunya PP Tunas. Ini menjadi momentum untuk memperkuat literasi digital di kalangan siswa dan santri, agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Thobib di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga :  Menag: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa Indonesia

Integrasi Kurikulum dan Peran Guru
Menurut Thobib, penguatan literasi digital akan diintegrasikan langsung ke dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Fokus materi yang diberikan meliputi pemahaman etika digital, kemampuan memilah informasi (literasi media), serta internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam bermedia sosial.

Selain melalui jalur formal, Kemenag juga akan mengoptimalkan peran tenaga pendidik, mulai dari guru, penyuluh agama, pengelola pesantren, hingga para dai dan khatib. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi digital kepada masyarakat luas.

“Kami ingin memastikan siswa dan santri tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif di ruang digital,” tegasnya.

Menag Nasaruddin Umar: Libatkan Keluarga
Di tempat terpisah, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa implementasi PP Tunas tidak bisa berdiri sendiri. Menurutnya, penguatan literasi harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan keluarga dan lingkungan terdekat anak.

Baca Juga :  Menag Yaqut: Pesantren harus kuat secara ekonomi

“Kita ingin ruang digital menjadi ruang yang aman, sehat, dan mendidik bagi generasi muda. Karena itu, literasi digital harus diperkuat, tidak hanya pada anak, tetapi juga pada orang tua dan lingkungan terdekatnya,” ujar Menag.

Nasaruddin menambahkan bahwa Kemenag akan menggerakkan kekuatan madrasah dan pesantren untuk membangun kesadaran kolektif mengenai etika bermedia. Dengan basis massa sebanyak 13 juta siswa dan santri, ia optimistis bahwa budaya digital yang beradab dan selaras dengan nilai-nilai agama dapat terwujud.

“Ini adalah kekuatan besar untuk membangun budaya digital yang beretika, beradab, dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi yang melibatkan lembaga pendidikan, masyarakat, dan keluarga, Kemenag berharap PP Tunas dapat berjalan optimal dalam melindungi anak-anak Indonesia dari dampak negatif ruang digital, sekaligus mengoptimalkan manfaat teknologi untuk pendidikan.(Redaksi)

Berita Terkait

Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Biosolar Subsidi di Entrop
Yonif TP 810/BEM Sisir Doyo Baru pada Malam Hari, Warga Diajak Jaga Kamtibmas
BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua
Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal
Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon
Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School
Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Biosolar Subsidi di Entrop

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Yonif TP 810/BEM Sisir Doyo Baru pada Malam Hari, Warga Diajak Jaga Kamtibmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:23 WIB

BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya