Timika, Papuaterdepan.com– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran mengajak pelajar SMP Kristen Arastamar Timika (Kartika) membangun budaya saling menghargai sebagai langkah mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
Ajakan itu disampaikan Klemens saat mengunjungi SMP Kristen Kartika dalam rangka monitoring sekaligus menghadiri pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Selasa (1/9/2026).
Klemens memberikan perhatian khusus terhadap visi dan misi Ketua OSIS terpilih, Yorlin, yang membawa komitmen untuk mencegah perundungan antarsiswa.
Ia mengatakan perbedaan yang terdapat pada setiap siswa merupakan bagian dari kehidupan bersama sehingga tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengejek, merendahkan, maupun mengucilkan teman.
“Kita punya tugas berteman dan saling melengkapi kekurangan teman. Tidak boleh karena seseorang memiliki kekurangan kemudian dijelek-jelekkan,” ujarnya.
Klemens juga mendorong OSIS tidak hanya menjalankan kegiatan organisasi, tetapi mengambil peran dalam membangun suasana sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Menurut dia, pengurus OSIS dapat menjadi penggerak di kalangan pelajar dengan memberikan contoh dalam membangun pertemanan yang sehat dan menghormati perbedaan.
Di sisi lain, Klemens mengingatkan sekolah agar memperkuat perhatian terhadap berbagai pengaruh negatif yang dapat menyasar anak usia sekolah, termasuk paparan paham ekstrem dan terorisme.
Ia mengaku memperoleh informasi dari Densus 88 Antiteror mengenai adanya anak usia SD hingga SMP yang terindikasi terpapar paham terorisme.
“Aliran ini sudah mulai masuk ke sekolah-sekolah keagamaan. OSIS punya tugas membantu kepala sekolah dan guru-guru juga menjaga sekolah ini,” katanya.
Karena itu, ia meminta pengurus OSIS, guru, dan kepala sekolah membangun pengawasan serta komunikasi yang baik dengan para siswa.
Klemens mengapresiasi SMP Kristen Kartika yang memberikan ruang bagi siswa untuk belajar berorganisasi sejak tingkat SMP. Menurut dia, pengalaman tersebut penting untuk membentuk kepemimpinan dan karakter peserta didik.
Ia berharap berbagai kegiatan sekolah terus diarahkan untuk menciptakan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi sesuai dengan Asta Protas Kementerian Agama RI.









