Jayapura,Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua mendorong kegiatan pembinaan keagamaan di lingkungan aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya menjadi sarana meningkatkan ibadah, tetapi juga ruang membahas persoalan keagamaan yang muncul di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Papua, Muslimin Yelipele, mengatakan berbagai persoalan umat membutuhkan pembahasan yang lebih mendalam dengan pendekatan fikih agar dapat ditangani berdasarkan pemahaman keagamaan yang tepat.
“Ini sebenarnya soal-soal fikih. Jadi harus ada kajian ushul fikih. Banyak persoalan yang perlu kita lihat dan kaji bersama,” kata Muslimin dalam pengajian rutin pegawai muslim Kanwil Kemenag Papua di Musala Al-Ikhlas, Jayapura, Senin (24/8/2026).
Menurut dia, sejumlah persoalan seperti zakat, kurban, wakaf, hingga produk halal masih membutuhkan penguatan pemahaman dan pengelolaan. Karena itu, forum keagamaan di lingkungan Kemenag dinilai dapat dimanfaatkan untuk membahas persoalan tersebut secara lebih terarah.
Ia mencontohkan pengelolaan wakaf yang tidak hanya berkaitan dengan aset yang telah diwakafkan. Aspek pengelola, wakif, serta pemanfaatan harta wakaf juga perlu mendapat perhatian agar aset tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Persoalan di sini sebenarnya masih banyak yang belum selesai. Termasuk bagaimana wakaf dikelola dan dimanfaatkan,” ujarnya.
Muslimin juga meminta perhatian terhadap penguatan data dan verifikasi produk halal. Menurutnya, pengelolaan informasi yang akurat menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan dalam rangkaian pengajian rutin pegawai muslim yang menjadi bagian dari program Maulid Nabi Kementerian Agama.
Kegiatan diisi dengan pembacaan kitab **Dalail Khairat** yang dipimpin Ustaz Imam Rochimi. Para peserta melanjutkan pembacaan bagian kedelapan sebelum kegiatan diteruskan dengan doa, tausiah, dan diskusi.
Dalam tausiahnya, Ustaz Imam mengingatkan peserta agar memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah, zikir, selawat, rasa syukur, serta kesabaran dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Ia menyampaikan empat hal yang perlu dijaga dalam kehidupan, yakni lisan yang senantiasa mengingat Allah, hati yang bersyukur, kesabaran ketika menghadapi ujian, dan keluarga yang dibangun dengan kasih sayang serta keharmonisan.
Ustaz Imam mengatakan zikir tidak sebatas ucapan, tetapi juga diwujudkan dengan menjaga salat lima waktu dan menjalankan ibadah sesuai kemampuan.
Ia juga mengingatkan agar seseorang tidak menjadikan penilaian orang lain sebagai ukuran utama kebahagiaan.
“Semoga apa yang kita niatkan untuk tabarukan, tafaaulan, dan mahabbah Rasulullah dikabulkan oleh Allah SWT dan kita dijauhkan dari siksa api neraka,” ujarnya.
Menurutnya, kesulitan dalam kehidupan perlu dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan hati. Sementara dalam kehidupan keluarga, keharmonisan perlu dibangun melalui sikap saling memahami, menyayangi, dan menjalankan peran masing-masing dengan baik.
Pengajian tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi informasi antara peserta dan pejabat administrator Kanwil Kemenag Papua.
Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Kemenag Papua berupaya menggabungkan pembinaan spiritual dengan pembahasan persoalan keagamaan yang berkembang di masyarakat. Forum semacam itu diharapkan dapat memperkuat pemahaman ASN sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pelayanan keagamaan di Papua.(Rilis)









