Papuaterdepancom, Jayapura – Muhammad Taufiq resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Jayapura periode 2025–2028. Dalam rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) VI HIPMI Kota Jayapura yang berlangsung di Hotel Grand Tabi, pada Sabtu 31 Mei 2025. Taufiq memaparkan visi-misinya yang berfokus pada penguatan peran HIPMI sebagai wadah strategis bagi pengusaha muda Papua.
Lahir di Jayapura pada 6 Januari 1997, Taufiq merupakan putra kedua dari pasangan Syahrir Hasan, S.E. dan Hj. Hanisu, S.E. Ia menamatkan pendidikan dasar dan menengah di Jayapura, lalu melanjutkan studi teknik sipil di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Di bangku kuliah, Taufiq aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa Sipil dan Cakrabhuana Mahasiswa Pecinta Alam, serta pernah menjabat sebagai Bendahara Umum.
Taufiq juga bukan orang baru di lingkungan HIPMI. Ia sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum BPC HIPMI Kota Jayapura dan aktif membangun jaringan antar pelaku usaha muda. Dalam dunia profesional, ia menjabat sebagai Direktur PT Bumi Cenderawasih Perkasa dan Owner Representative di PT Grand Tabi Papua.
Dalam pencalonannya, Taufiq mengusung visi: “Menjadikan HIPMI sebagai wadah utama untuk menciptakan dan mengembangkan potensi pengusaha muda Papua yang inovatif, kreatif, dan memiliki daya saing, serta dapat berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Papua, khususnya di Jayapura.”
Untuk mencapai visi tersebut, ia merumuskan lima misi utama:
1. Mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi anggota melalui pelatihan dan mentoring berbasis informasi bisnis terkini.
2. Memperkuat kolaborasi antar anggota HIPMI dan membangun jejaring strategis dengan sektor swasta, pemerintah, dan komunitas lokal.
3. Menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, termasuk pelajar dan mahasiswa, melalui edukasi, inkubasi bisnis, dan kompetisi wirausaha.
4. Meningkatkan peran HIPMI dalam pembangunan daerah dengan mengintegrasikan potensi lokal dan mendorong tumbuhnya pengusaha di sektor unggulan Papua.
5. Mendorong praktik kewirausahaan yang berkelanjutan dan beretika, termasuk promosi bisnis ramah lingkungan serta tanggung jawab sosial pelaku usaha muda.
Taufiq menyatakan bahwa HIPMI harus menjadi katalis dalam menjembatani pengusaha muda Papua dengan peluang pasar, kebijakan pemerintah, dan dinamika dunia usaha modern. “Saya ingin HIPMI Jayapura menjadi ruang belajar, bertumbuh, dan berjejaring secara nyata,” ujarnya.









