Malang,Papuaterdepan.com – Pemerintah Provinsi Papua meminta kontingen Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Papua memanfaatkan pertemuan dengan santri dari berbagai daerah untuk memperkenalkan nilai toleransi, kebersamaan, dan kedamaian yang hidup di Papua.
Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua, Dr. Karsudi, saat menghadiri pembukaan PPSN VI di kompleks Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).
Karsudi hadir mewakili Gubernur Papua. Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Papua mendukung keikutsertaan kontingen Papua dalam kegiatan yang berlangsung 30 September hingga 6 Oktober 2026 tersebut.
Menurut Karsudi, PPSN tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan kegiatan kepramukaan, tetapi juga membuka ruang bagi para peserta untuk saling mengenal budaya, kehidupan sosial, dan karakter masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.
“Harapan kami, dengan kehadiran mereka di sini, mereka akan lebih mengenal Papua, bahwa kehidupan di Papua juga memiliki toleransi yang cukup tinggi dan semangat yang kuat di tengah berbagai tantangan yang ada di Provinsi Papua,” ujar Karsudi.
Ia secara khusus meminta 16 peserta perwakilan Papua tidak menutup diri selama kegiatan, melainkan aktif membangun komunikasi dan persahabatan dengan peserta dari daerah lain.
Interaksi tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi kontingen Papua untuk berbagi pengalaman sekaligus menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga kedamaian dan toleransi dalam kehidupan masyarakat yang beragam.
“Saya berharap 16 orang peserta perwakilan Provinsi Papua ini dapat membaur dengan seluruh anggota Pramuka yang ada di Indonesia dan dapat menyampaikan pesan-pesan kedamaian dari Papua untuk Indonesia,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran dan Kepala Bidang Pendidikan Islam M. Muzakir Asso bersama tim.
### Belajar di tengah keberagaman
PPSN VI menjadi ruang perjumpaan bagi pramuka santri dari berbagai provinsi. Para peserta mengikuti beragam kegiatan yang menggabungkan pendidikan kepramukaan, keagamaan, kebangsaan, kepedulian sosial, lingkungan, serta keterampilan.
Kontingen Papua telah mengikuti rangkaian kegiatan sejak kedatangan peserta pada Rabu (30/9/2026).
Kegiatan awal meliputi registrasi, orientasi, pengambilan paket bahan konsumsi, dan gladi upacara pembukaan. Pada malam hari peserta mengikuti istighotsah, malam penyambutan, serta pengarahan teknis.
Pada Kamis (1/10/2026), peserta mengikuti rangkaian pembukaan yang diawali dengan qiyamullail, salat Subuh berjamaah, dan khataman Al-Qur’an.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan Upacara Adat Bhinneka Tunggal Ika dan upacara pembukaan PPSN VI dengan Pembina Upacara Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI Basnang Said.
Keberagaman daerah peserta juga ditampilkan melalui defile kontingen yang membawa identitas budaya masing-masing.
Selain kegiatan kepramukaan, peserta mengikuti sejumlah kompetisi seperti Karnaval Nusantara, Kuliner Nusantara, Pionering Nusantara, dan Tenda K3.
PPSN juga memberi perhatian pada isu lingkungan melalui kegiatan Santri Peduli Lingkungan yang diisi penanaman pohon khas daerah dan tanaman obat herbal.
### Ekoteologi dan keterampilan santri
Pada Jumat (2/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan ibadah, olahraga, apel pagi, serta berbagai kegiatan rotasi.
Materi yang diberikan mencakup manajemen risiko, navigasi, SAR dan kebencanaan, Eco-Pesantren, pengabdian masyarakat, pengenalan Saka, bela negara, kewirausahaan, jurnalistik dan reportase, pembuatan film pendek, penggunaan drone, Undang-Undang ITE, hingga energi terbarukan.
Rangkaian tersebut dirancang untuk mempertemukan keterampilan kepramukaan dengan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan antarpeserta juga diperkuat melalui Invita Pinkonda sebagai ruang membangun keakraban lintas daerah. Pada malam hari, peserta mengikuti kegiatan keagamaan yang dilanjutkan dengan Festival Drama Islami dan Jumpa Tokoh Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo Malang.
PPSN VI Tahun 2026 mengusung tema **“Pramuka Santri Nusantara: Membentuk Karakter, Merawat Lingkungan, Meneguhkan Kebangsaan, dan Berdaya Saing Global.”**
Melalui kegiatan tersebut, kontingen Papua diharapkan tidak hanya mengikuti seluruh agenda perkemahan, tetapi juga membawa pengalaman dan pesan toleransi, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan untuk diterapkan setelah kembali ke Papua.(Rilis)









