Jayapura,Papuaterdepan.com– Mengawali aktivitas kerja pada pekan baru, pegawai Kristen Protestan di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua mengikuti Ibadah Oikumene di Rumah Doa Immanuel, Senin (14/9/2026).
Ibadah yang dipimpin Pendeta Naomi Kallo dari Bidang Urusan Agama Kristen tersebut mengangkat Mazmur 91:14 sebagai bahan perenungan. Pesan utama yang disampaikan ialah pentingnya membangun kedekatan dengan Tuhan sekaligus membawa nilai-nilai iman dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas.
Naomi mengatakan, kehidupan tidak terlepas dari berbagai persoalan. Tantangan dapat muncul dalam keluarga, lingkungan kerja maupun kehidupan sosial. Karena itu, umat diajak memiliki dasar iman yang kuat agar mampu menghadapi setiap keadaan dengan tetap teguh.
Ia memaknai sikap melekat kepada Tuhan sebagai kesediaan untuk terus berpegang kepada-Nya, hidup dalam kasih, serta menjaga hubungan melalui doa dan firman.
“Kalau kita hidup melekat kepada Tuhan, kita akan mengenal siapa Tuhan kita lewat setiap pergumulan yang kita hadapi,” katanya.
Menurut Naomi, firman Tuhan dapat menjadi pedoman dalam menentukan sikap, sedangkan doa menjadi kekuatan ketika seseorang menghadapi situasi yang tidak mudah. Kedua hal tersebut, lanjutnya, perlu dibangun secara konsisten dan tidak hanya dilakukan ketika menghadapi persoalan.
Ia juga mengingatkan bahwa menjadi orang percaya bukan berarti seseorang akan terbebas dari masalah. Kesulitan dan tantangan tetap menjadi bagian dari kehidupan, tetapi iman mengajarkan untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam menghadapinya.
“Tuhan tidak berjanji bahwa orang percaya tidak akan mengalami kesulitan, masalah, tantangan. Tetapi Tuhan akan bersama dengan umat-Nya di tengah kesulitan apa pun,” ujarnya.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan tugas pegawai sebagai pelayan masyarakat. Naomi mengajak seluruh peserta membawa nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam pekerjaan, terutama ketika berhadapan dengan tekanan, persoalan, dan berbagai tuntutan pelayanan.
Ia menilai kedekatan dengan Tuhan seharusnya terlihat melalui perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjaga integritas ketika menjalankan amanah pekerjaan.
“Waktu kita menghadapi tantangan dalam pekerjaan, kita datang kepada Tuhan dan memohon pertolongan Tuhan. Di situlah menunjukkan bahwa kita mengenal siapa Tuhan kita. Siapa mengenal Tuhan, tentu memegang integritasnya,” tegasnya.
Rangkaian ibadah berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan. Tim Sekretariat Jenderal Kanwil Kemenag Papua turut ambil bagian melalui persembahan pujian.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plh. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua Ruddy Rotty dan Kepala Bidang Urusan Agama Kristen Tony Sahertian.
Ibadah Oikumene diharapkan menjadi momentum bagi pegawai untuk memulai pekan kerja dengan semangat baru sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan pelayanan. Nilai iman yang diperoleh melalui ibadah diharapkan tidak berhenti di tempat ibadah, tetapi diwujudkan melalui sikap profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam menjalankan tugas.(Rilis)









