Kemenag Kirim Dai ke Wilayah 3T Papua, Kakanwil Klemens Taran Berharap Kuota Ditambah

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA, KOMPAS.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, menyatakan dukungan penuh terhadap program pengiriman dai ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta kawasan perbatasan pada tahun 2026.

Program yang digagas oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI ini dinilai sangat krusial untuk memperkuat layanan keagamaan dan pembinaan umat Islam di daerah dengan akses terbatas.

Penyambutan dua pendakwah yang ditugaskan di Provinsi Papua telah dilaksanakan di Jayapura pada Selasa (17/2/2026). Koordinasi penempatan difasilitasi oleh Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Papua bersama Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Jayapura dan Keerom.

Respons Atas Keterbatasan Tenaga Agama di Wilayah 3T
Sejak 2022, Ditjen Bimas Islam Kemenag RI terus mengembangkan konsep bimbingan keagamaan dengan menghadirkan dai secara langsung ke lokasi tugas. Program ini lahir sebagai solusi atas minimnya tenaga pembimbing agama dan guru mengaji akibat tantangan geografis.

Fokus bimbingan para dai ini meliputi:

Baca Juga :  Penyerahan Sertifikat Tanah Papua 2025: Kemenag Dukung Perlindungan Hak Ulayat

Peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an.

Pendalaman fikih ibadah dan muamalah.

Pembinaan akhlak generasi muda dan keluarga.

Pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid.

Klemens Taran menyambut baik inisiatif ini dan memastikan jajarannya siap menjamin keamanan serta kebutuhan para dai selama bertugas.

“Program ini sangat baik dan harus dilanjutkan. Namun, jika memungkinkan, jumlah dai yang dikirim ke Papua dapat ditambah menjadi 5-6 dai, agar pembinaan umat lebih maksimal,” harap Klemens.

Ketua Tim Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Puji Rahayu, menambahkan bahwa kebutuhan akan figur pembimbing keagamaan melonjak tajam menjelang bulan suci Ramadhan.

“Wilayah 3T di Papua masih menghadapi keterbatasan dai. Kami memastikan penempatan berjalan sesuai kebutuhan lapangan dan prosedur yang berlaku,” ujar Puji mewakili Plt. Kabid Bimas Islam.

Fokus Dakwah di Sentani dan Perbatasan Keerom
Selama kurang lebih 35 hari pengabdian—sejak awal Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 H—kedua dai akan menjalankan pola pembinaan intensif di dua lokasi strategis:

Baca Juga :  BBKSDA Papua Dorong Kolaborasi Pengawasan Perdagangan Satwa Liar

1. Kampung Doyo Lama, Sentani (Dai: Hasanuddin)
Kawasan ini menjadi prioritas karena minimnya fasilitas ibadah dan pengajar agama. Hasanuddin mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme warga.
“Masjid Anugerah di sini baru berdiri, dan pada 14 Februari lalu untuk pertama kalinya dikumandangkan azan di kampung ini. Kami akan fokus pada penguatan baca tulis Al-Qur’an dan pembinaan generasi muda,” kata Hasanuddin.

2. Kabupaten Keerom (Dai: Muhamad Jaenudin)
Daerah ini berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini. Kepala Kemenag Kabupaten Keerom, Yohanes Nahak, menyebut kehadiran dai sangat tepat untuk memperkuat moderasi beragama dan stabilitas sosial di wilayah perbatasan.
Sementara itu, Jaenudin mengaku terkesan dengan keramahan warga Papua. “Selain literasi Al-Qur’an, kami juga mendorong lahirnya kader lokal agar program pembinaan tetap berlanjut secara mandiri setelah masa tugas kami berakhir,” jelasnya.

Melalui program Dai 3T ini, Kemenag berharap akses layanan keagamaan dapat dirasakan secara merata dan berkeadilan hingga ke pelosok negeri.(Rilis)

Berita Terkait

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah
PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri
Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang
Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden
Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA
Makna Idul Fitri Menurut Menag: Hati yang Terbuka dan Aktif Menebar Manfaat
Rukyat di Ujung Timur Indonesia Belum Deteksi Hilal
Kemenag Cairkan BOS Pesantren Rp 111,9 Miliar Lebih Awal

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 09:37 WIB

BPMP Papua dorong penerapan Gerakan Indonesia ASRI di seluruh sekolah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:43 WIB

PP Tunas Resmi Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital Jutaan Siswa dan Santri

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:40 WIB

Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:20 WIB

Kanwil Kemenag Papua Bahas Kuesioner Kajian Akademik Bantuan Rumah Ibadah, Dukung Asta Cita Presiden

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:50 WIB

Musim Nikah Usai Lebaran, Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Berjalan di Tengah Kebijakan WFA

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya