Jayapura, Papuaterdepan.com – Masa menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan dimanfaatkan warga binaan beragama Katolik di Lapas Kelas IIA Abepura untuk memperkuat kehidupan iman melalui kegiatan pendampingan rohani dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua.
Pendampingan tersebut dilakukan Penyuluh Agama Katolik Kanwil Kemenag Papua, Yosephina Tiert, pada Senin (14/9/2026). Kegiatan diisi dengan sejumlah aktivitas keagamaan yang melibatkan warga binaan secara langsung.
Yosephina tidak hanya memberikan materi pembinaan, tetapi juga mengajak warga binaan mendalami Kitab Suci dan mempersiapkan diri untuk terlibat dalam perayaan liturgi di lingkungan Lapas.
Sejumlah kegiatan dilakukan, mulai dari latihan lagu-lagu Madah Bakti, latihan koor, hingga pembinaan bagi warga binaan yang bertugas sebagai pemazmur dan lektor.
Menurut Yosephina, keterlibatan tersebut penting agar pembinaan keagamaan dapat memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kehidupan iman sekaligus membangun kebersamaan.
“Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana peningkatan pemahaman iman, tetapi juga memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk terlibat secara aktif dalam perayaan liturgi dan kehidupan menggereja di lingkungan Lapas,” ujarnya.
Selain kegiatan pembinaan, warga binaan juga mulai diarahkan untuk mempersiapkan pelaksanaan perayaan Natal. Penyusunan kepanitiaan dilakukan sebagai bagian dari persiapan agar perayaan dapat berlangsung dengan baik sekaligus menjadi momentum membangun suasana penuh kasih dan kedamaian.
Yosephina berharap proses pembinaan tersebut dapat membantu warga binaan menjalani masa hukuman dengan lebih bermakna. Menurutnya, masa pembinaan dapat digunakan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menumbuhkan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Di balik tembok Lapas, harapan dan kasih Tuhan tetap hadir. Sabda-Nya menguatkan, iman meneguhkan, dan kasih Kristus membuka jalan menuju kehidupan yang baru,” katanya.
Kegiatan pendampingan di Lapas merupakan salah satu bentuk pelayanan penyuluh agama di Papua. Kehadiran penyuluh di tengah warga binaan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keagamaan kepada umat yang membutuhkan penguatan spiritual.
Kemenag Papua terus mendorong agar penyuluhan agama memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelayanan tersebut mencakup pendampingan, penguatan iman, serta pembinaan yang disesuaikan dengan kebutuhan umat di berbagai lingkungan, termasuk lembaga pemasyarakatan.(Rilis)









