Jayapura,Papuaterdepan.com – Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua didorong mengambil bagian dalam mendukung perluasan program perlindungan sosial yang direncanakan pemerintah pada 2027. Salah satu kontribusi yang diharapkan ialah membantu mengidentifikasi kondisi masyarakat sekitar agar kelompok yang membutuhkan dapat memperoleh perhatian.
Dorongan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi perluasan perlindungan sosial yang berlangsung secara daring, Senin (5/10/2026). Pertemuan ini menindaklanjuti rapat tingkat menteri mengenai rencana pelaksanaan program perlindungan sosial pada tahun mendatang.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa besarnya jaringan Kemenag di berbagai daerah menjadi peluang untuk mendukung pelaksanaan program pemerintah. Karena itu, partisipasi seluruh jajaran diperlukan agar upaya perlindungan sosial dapat berjalan lebih luas.
“Kementerian Agama adalah kementerian yang sangat besar sehingga diharapkan untuk berpartisipasi secara aktif untuk menyukseskan program ini,” kata Kamaruddin.
Ia berharap para pimpinan satuan kerja Kemenag, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, dapat menggerakkan jajarannya untuk mendukung program yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengajak keluarga besar Kementerian Agama menjadikan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari pengabdian. Seruan ini ditujukan kepada ASN, tenaga pendidik, penyuluh agama, penghulu, santri, kiai, serta tokoh agama dan masyarakat.
Nasaruddin menekankan bahwa nilai kemanusiaan dan ajaran agama mendorong setiap orang untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Kepedulian tersebut perlu diwujudkan melalui perhatian terhadap warga yang menghadapi kesulitan ekonomi, masalah kesehatan, ancaman putus sekolah, maupun persoalan sosial lainnya.
“Semua agama mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia itu adalah yang paling memberi manfaat untuk sesama,” ujarnya.
Mewakili Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam, Muslimin Yelipele, menyatakan kesiapan jajaran Kemenag Papua untuk mendukung upaya penanganan kemiskinan melalui kerja sama lintas instansi.
Menurut Muslimin, sinergi Kementerian Agama dan Kementerian Sosial diperlukan agar perhatian terhadap masyarakat miskin dan kelompok rentan dapat diperkuat melalui peran masing-masing lembaga.
“Kementerian Agama menjadi bagian yang harus terlibat di dalam mengurangi angka kemiskinan, yang selanjutnya menjadi potensi penanggulangan atau menjadi masyarakat yang lebih berdaya,” ungkap Muslimin.
Ia menjelaskan, informasi terkait program tersebut telah disampaikan kepada jajaran Kemenag di kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Papua. Para pegawai diharapkan lebih peka terhadap keadaan sosial di lingkungan sekitar dan membantu mengenali masyarakat yang membutuhkan dukungan.
Peran tersebut diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata Kemenag dalam mendukung program perlindungan sosial. Dengan mengenali kebutuhan masyarakat, jajaran Kemenag dapat membantu memberikan informasi yang relevan sesuai tugas dan kewenangannya.
Rapat koordinasi dari Kanwil Kemenag Papua diikuti melalui Ruang VIP Amsal Yowei. Sejumlah pejabat yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Kabid Bimas Islam Muslimin Yelipele, Kabid Urak Tony D. Sahertian, Kabid PAK Yokbed Griapon, serta Ketua Tim Umum dan Humas Sri Maryati.
Keterlibatan jajaran Kemenag Papua diharapkan memperkuat hubungan antara pelayanan keagamaan dan kepedulian sosial. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, dukungan terhadap program perlindungan sosial diharapkan dapat membantu memperluas perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong terwujudnya kehidupan yang lebih sejahtera dan berdaya.(Rilis_









