Nabire,Papuaterdepan.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih Republik Indonesia Provinsi Papua Tengah mengajak generasi muda untuk terus merawat sejarah perjuangan bangsa dan memperkuat semangat nasionalisme. Ajakan tersebut disampaikan dalam seminar kebangsaan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Nabire, Papua Tengah, 28 Oktober 2026.
Kegiatan yang dipimpin Ketua DPD Barisan Merah Putih Republik Indonesia Provinsi Papua Tengah, Donatus Sembor, tersebut dirangkaikan dengan pembacaan deklarasi dan petisi kebangsaan bersama sejumlah tokoh organisasi dan masyarakat adat.
Turut mendampingi pembacaan deklarasi dan petisi, Richard Ruru selaku Wakil Ketua DPC Barisan Merah Putih Republik Indonesia Nabire, Karel Misiro selaku Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire, Kenndy Kayukatui selaku Kepala Suku Umari, serta Gerki Waibusi selaku Kepala Suku Woa.
Donatus Sembor mengatakan, seminar kebangsaan tersebut dilaksanakan untuk mengingatkan kembali generasi muda tentang sejarah perjuangan bangsa yang menjadi fondasi persatuan Indonesia.
Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin berkurangnya perhatian generasi muda terhadap sejarah, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman setelah era reformasi 1998.
Menurutnya, Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak penting perjalanan bangsa yang menunjukkan bahwa para pemuda telah memiliki tekad persatuan jauh sebelum Indonesia merdeka pada 1945.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan kembali sejarah perjuangan bangsa sekaligus menanamkan jiwa patriotisme dan semangat pemuda dalam mendukung pembangunan, khususnya di era digital yang semakin canggih,” ujar Donatus.
Ia menegaskan, generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas dan pemahaman terhadap sejarah bangsanya.
Donatus juga mengajak pemuda Papua Tengah untuk menghargai budaya, menghormati jasa para pahlawan, serta menjadikan semangat perjuangan para pendahulu sebagai inspirasi dalam membangun daerah.
“Jangan sampai generasi muda hanya sibuk dengan perkembangan digital, tetapi melupakan sejarah bangsanya sendiri. Kita harus menghargai perjuangan dan pengorbanan para pendahulu,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pembacaan deklarasi dan petisi kebangsaan menjadi bentuk komitmen Barisan Merah Putih Republik Indonesia bersama tokoh organisasi dan masyarakat adat untuk menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui seminar kebangsaan ini, DPD Barisan Merah Putih Republik Indonesia Provinsi Papua Tengah berharap generasi muda tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai persatuan, patriotisme, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi bagi pembangunan Papua Tengah.(Redaksi)









