1 Mei Papua tidak terpisahkan dari NKRI

- Redaksi

Kamis, 1 Mei 2025 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Danrem 182/Jazira Onim, Kolonel Inf Irwan Budiana /istimewah

Danrem 182/Jazira Onim, Kolonel Inf Irwan Budiana /istimewah

Papuaterdepan.com, JAYAPURA-Setiap tanggal 1 Mei, bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Tanah Papua memperingati momen bersejarah yang menegaskan Papua sebagai bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tanggal ini merujuk pada penyerahan resmi wilayah Papua dari United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) kepada Indonesia pada 1963, serta Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 yang memperkuat legalitas integrasi Papua secara hukum internasional.

Danrem 182/Jazira Onim, Kolonel Inf Irwan Budiana mengatakan Sejarah panjang integrasi Papua ke dalam NKRI tidak lepas dari perjuangan diplomatik dan militer pasca-Proklamasi 17 Agustus 1945. Saat itu, pemerintah menyatakan bahwa seluruh bekas wilayah Hindia Belanda, termasuk Papua (Irian Barat), merupakan bagian sah dari Indonesia. Namun, penolakan Belanda untuk menyerahkan Papua memicu ketegangan yang berujung pada Perjanjian New York tahun 1962, dan akhirnya diserahkannya Papua kepada Indonesia pada tahun berikutnya.

“Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI, dan sejak 1 Mei 1963, pembangunan di Papua telah dimulai. Semua pihak harus mendukung proses pembangunan ini tanpa ada hambatan,” tegas Danrem 182/Jazira Onim, Kolonel Inf Irwan Budiana, dalam siaran pers tertulis di Jayapura, Kamis (1/5/2025).

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua Tekankan Disiplin dan Loyalitas ASN untuk Perkuat Kinerja Organisasi

Peringatan 1 Mei 2025 terlaksana dengan semangat nasionalisme yang kembali bergema di seluruh wilayah Papua. Tanggal ini tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga kebersamaan dan tekad rakyat Papua untuk menjadi bagian dari Indonesia.

Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI), Ali Kabiay, juga menyoroti pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di seluruh Tanah Papua dengan merefleksikan integrasi Papua ke Indonesia.

“Mari kita jaga Papua Tengah agar tetap aman dan damai demi mewujudkan pembangunan yang lebih baik di masa depan,” ujar Ali Kabiay.

Hal senada disampaikan Plt Ketua DPD BMP-RI Papua Tengah, Melkisedek FI Rumawi, yang menyebut 1 Mei sebagai momentum untuk memperkuat sinergi semua pihak dalam menjaga keberlangsungan pembangunan di Papua Tengah.

Baca Juga :  Kemenag Buka Kembali Layanan Pendaftaran Pesantren Mulai 1 Januari 2026, Syarat Keselamatan Gedung Diperketat

“Kita bisa menyaksikan sendiri betapa pesatnya pembangunan dan peningkatan pelayanan di Papua hingga hari ini. Mari kita jaga semua ini dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Suku Moora Kabupaten Nabire, Donatus Sembor, mengenang momen bersejarah saat Presiden Soekarno menyampaikan pidato integrasi Papua pada tahun 1963.

“Saat itu saya masih berusia tujuh tahun dan menjadi saksi langsung pidato tersebut,” ungkap Donatus.

Ia juga mengutip pesan Bung Karno yang penuh makna.

“Bung Karno menyampaikan, ‘Saya (Soekarno), pendiri dan proklamator Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang juga sebagai Presiden pertama Indonesia mengakui, saudara-saudara terkasih dari Irian Barat, bisa berpikir seperti orang Batak, bekerja rajin seperti orang Jawa, lalu bertindak berani dan memberi seperti orang Papua’,” jelasnya.

Peringatan 1 Mei menjadi refleksi atas komitmen Indonesia dalam menjaga keutuhan wilayah, memperkuat pembangunan, dan menjamin kesejahteraan rakyat Papua dalam bingkai NKRI. **(Rilis)

Berita Terkait

BMP RI: Kasus Pembakaran Pesawat di Yahukimo Harus Diusut Hingga Tuntas
LPTQ Papua Pastikan Penjurian MTQ Berjalan Profesional dan Akuntabel
MTQ XXXI Papua Diawali Malam Ta’aruf, Sentani Jadi Titik Temu Kafilah Se-Tanah Papua
Ratusan Peserta MTQ Papua Mulai Masuk Sentani, Panitia Bergerak Pastikan Mobilitas Kafilah Lancar
MTQ XXXI Papua Jadi Momentum Perkuat Harmoni dan Persatuan Masyarakat
Polemik Wakil Bupati Nduga Memanas, Tim Hukum Maniap Kogoya Ajukan Keberatan Resmi
Tokoh Gereja Papua Ajak Mahasiswa Kedepankan Dialog, Hentikan Aksi Demo yang Ganggu Aktivitas Warga Jayapura
SMPN 2 Jayapura Gandeng Orang Tua dalam MPLS Ramah, Perkuat Adaptasi dan Karakter Siswa Baru

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 05:29 WIB

BMP RI: Kasus Pembakaran Pesawat di Yahukimo Harus Diusut Hingga Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:12 WIB

LPTQ Papua Pastikan Penjurian MTQ Berjalan Profesional dan Akuntabel

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:49 WIB

MTQ XXXI Papua Diawali Malam Ta’aruf, Sentani Jadi Titik Temu Kafilah Se-Tanah Papua

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:42 WIB

Ratusan Peserta MTQ Papua Mulai Masuk Sentani, Panitia Bergerak Pastikan Mobilitas Kafilah Lancar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:06 WIB

Polemik Wakil Bupati Nduga Memanas, Tim Hukum Maniap Kogoya Ajukan Keberatan Resmi

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya