Jayapura,Papuaterdepan.com– Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua diminta membangun kebiasaan menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu dan tidak menunda tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Pesan tersebut disampaikan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kemenag Papua, I Wayan Wira Adnyana, saat menjadi pembina Apel Pagi ASN di halaman Kanwil Kemenag Papua, Jayapura, Senin (7/9/2026).
I Wayan mengatakan ketepatan dalam bekerja tidak sekadar berkaitan dengan menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu, tetapi juga mencerminkan sikap profesional dan tanggung jawab seorang ASN.
Menurut dia, pekerjaan yang terus ditunda berpotensi menumpuk dan pada akhirnya dapat mengganggu pelaksanaan tugas berikutnya.
“Jangan membiasakan pekerjaan hari ini menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan di kemudian hari. Kalau tugas kantor dapat dituntaskan tepat waktu, kita juga bisa menjalani kehidupan di luar kantor dengan lebih tenang,” ujarnya.
Ia meminta prinsip tersebut diterapkan dengan berpedoman pada Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama. Nilai tersebut, kata dia, harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, bukan hanya menjadi slogan dalam lingkungan kerja.
I Wayan juga memberikan perhatian khusus kepada ASN muda agar tidak sekadar menjalankan rutinitas. Mereka didorong menghasilkan gagasan baru dan melakukan inovasi yang dapat meningkatkan efektivitas pekerjaan maupun kualitas pelayanan.
“Pegawai muda harus berani membuat lompatan inovasi. Jangan hanya bekerja berdasarkan kebiasaan lama, tetapi lihat apa yang bisa diperbaiki dan dikembangkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti pelayanan kepada masyarakat yang datang ke Kanwil Kemenag Papua. Menurutnya, kualitas pelayanan harus terlihat sejak masyarakat pertama kali memasuki lingkungan kantor.
Petugas keamanan maupun pegawai pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) diminta memberikan sambutan yang baik, memberikan informasi secara jelas, serta mengarahkan setiap tamu sesuai kebutuhannya.
Hal tersebut, lanjut dia, menjadi bagian penting dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Pelayanan yang baik dimulai dari bagaimana kita menerima dan mengarahkan masyarakat. Semua unsur di kantor harus memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendukung Zona Integritas,” ujarnya.
Selain persoalan kedisiplinan dan pelayanan, I Wayan mengajak ASN Kemenag Papua memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Ia menilai gerakan penghijauan perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan perubahan iklim.
Ia mendorong pegawai menanam pohon yang memiliki usia panjang agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh generasi sekarang, tetapi juga anak dan cucu pada masa mendatang.
Menurutnya, kebiasaan menanam pohon merupakan bentuk investasi lingkungan yang hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Yang kita tanam hari ini mungkin baru dinikmati anak cucu kita beberapa tahun atau puluhan tahun mendatang. Karena itu, mari mulai menanam dan merawat lingkungan dari hal-hal sederhana,” katanya.
Ia juga mengapresiasi capaian Kanwil Kemenag Papua dalam bidang keterbukaan informasi publik. Penghargaan yang pernah diterima dari Menteri Agama diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperbaiki pengelolaan informasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Mengakhiri arahannya, I Wayan mengajak seluruh ASN menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa keberhasilan pelayanan kepada umat beragama membutuhkan keterlibatan seluruh pegawai, bukan hanya pimpinan atau unit tertentu.
Dengan kedisiplinan, inovasi, pelayanan yang baik, serta kepedulian terhadap lingkungan, ia berharap ASN Kanwil Kemenag Papua dapat terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat di Tanah Papua.(Rilis)









