Jelang PSU, Kemenag Papua Serukan Netralitas Tempat Ibadah

- Redaksi

Kamis, 19 Juni 2025 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran

Papuaterdepancom, Jayapura – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, mengimbau seluruh pemuka agama dan masyarakat agar menjaga netralitas rumah ibadah menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 6 Agustus 2025.

“Rumah ibadah harus steril dari praktik politik praktis. Tempat ibadah semestinya hanya digunakan untuk beribadah, bukan kampanye,” kata Klemens kepada awak media di Abepura, Kamis, 19 Juni 2025.

Seruan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab Kemenag sebagai instansi pembina umat beragama di Papua. Klemens juga mengingatkan agar umat beragama menggunakan hak pilihnya dengan bijak dan tidak memilih untuk golput. Ia menekankan, satu suara menentukan arah pembangunan Papua lima tahun ke depan.

Baca Juga :  Merah Putih Berkibar di Yamo, Anak-Anak Papua Tunjukkan Semangat Kemerdekaan

“Gunakan hak konstitusi. Jangan golput. Mari datang ke TPS dan salurkan suara dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Klemens turut mengingatkan tim sukses kedua kandidat untuk menghindari politik uang, termasuk praktik “serangan fajar”. Ia menilai cara-cara demikian dapat mencederai integritas pemilu dan berdampak negatif pada kepemimpinan di masa mendatang.

“Hindari kebiasaan yang merusak, seperti serangan fajar. Itu akan meninggalkan beban dan menciptakan kepemimpinan yang tidak sehat,” kata dia.

Ia juga meminta agar kompetisi politik dijalankan secara fair dengan menawarkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Papua, seperti pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Papua: Perjanjian Kinerja 2026 jadi dasar evaluasi pejabat

“Papua tidak butuh konflik. Mari bertarung secara sehat dan hindari politik identitas. Kedua kandidat adalah putra terbaik Papua. Siapa pun yang terpilih, itu adalah kehendak rakyat dan Tuhan,” kata Klemens.

Kemenag Papua juga mendorong penyelenggara dan pengawas pemilu, seperti KPU, Bawaslu, dan panwas, menjalankan tugas secara profesional dan adil. Klemens berharap semua pihak menjaga situasi damai sebelum, saat, dan setelah pemungutan suara.

“Kalau Papua damai, kita semua bisa menatap masa depan bersama. Jadikan Papua rumah masa depan kita semua,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lumbung Desa Jadi Kunci Ketahanan Pangan, LMA Sarmi Ajak Warga Bergerak Bersama
Keondofoloan Waena Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal
Penembakan ASN Jayawijaya, Pdt MPA Mauri Serukan Perdamaian dan Tolak Aksi Balasan
Ketua Dewan Adat Sarmi Ajak Masyarakat Dukung PSN Food Estate Merauke dan Perkuat Lumbung Desa
Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga
SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura
Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:29 WIB

Lumbung Desa Jadi Kunci Ketahanan Pangan, LMA Sarmi Ajak Warga Bergerak Bersama

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Keondofoloan Waena Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal

Senin, 21 September 2026 - 15:09 WIB

Penembakan ASN Jayawijaya, Pdt MPA Mauri Serukan Perdamaian dan Tolak Aksi Balasan

Senin, 21 September 2026 - 11:19 WIB

Ketua Dewan Adat Sarmi Ajak Masyarakat Dukung PSN Food Estate Merauke dan Perkuat Lumbung Desa

Rabu, 2 September 2026 - 15:36 WIB

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya