Kemenag Biak Tekankan Pembinaan Rohani sebagai Bekal Warga Binaan Kembali ke Masyarakat

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biak Numfor,Papuaterdepan.com– Pembinaan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Biak Numfor tidak hanya berkaitan dengan menjalani masa pidana, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesiapan mental dan spiritual sebelum kembali ke tengah keluarga serta masyarakat.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Biak Numfor menilai pendampingan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut, khususnya bagi warga binaan beragama Kristen.

Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kemenag Biak Numfor Theodorus M. Urbinas mengatakan masa berada di dalam Lapas dapat dimanfaatkan warga binaan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri dan memperkuat keyakinan sebagai modal menjalani kehidupan setelah bebas.

“Lembaga pemasyarakatan bukan sekadar tempat untuk menjalani hukuman, melainkan tempat pembinaan, tempat untuk merenungkan kehidupan kita, membenahi diri, dan menempa mental agar menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Theodorus saat membuka kegiatan bimbingan mental (bintal) spiritual bagi WBP Kristen di Lapas Kelas II B Biak Numfor, Sabtu (12/9/2026).

Menurut dia, pembinaan spiritual yang dilakukan secara konsisten dapat membantu warga binaan membangun kembali nilai-nilai positif dalam kehidupan, termasuk memperkuat keimanan dan membentuk sikap yang lebih baik.

Baca Juga :  Kemenag Papua Himpun Rp 150 Juta untuk Korban Bencana Aceh dan Sumut

Kegiatan bintal tersebut digelar melalui kolaborasi Gereja Bethel Gereja Pentakosta (GBGP) Jemaat Tunas, Yayasan Surbabo dan Jaringan Doa Sekota.

Theodorus menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan berbagai unsur keagamaan tersebut karena pendampingan tidak berhenti pada kegiatan ibadah, tetapi diharapkan memberikan penguatan bagi warga binaan selama menjalani proses pembinaan.

Ia berharap para pendeta dan gembala yang terlibat dapat menjadi penguat bagi warga binaan untuk menghadapi proses pembinaan sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa masih terdapat kesempatan untuk memperbaiki kehidupan.

“Kiranya kegiatan ini memberikan dampak positif kepada para warga binaan sehingga melalui bimbingan mental dari para pembicara dapat memperkuat nilai-nilai keimanan serta menanamkan nilai-nilai moral yang positif,” ujarnya.

Theodorus menilai kesiapan kembali ke masyarakat tidak hanya membutuhkan kondisi fisik, tetapi juga ketahanan mental dan spiritual. Karena itu, pembinaan selama berada di Lapas diharapkan mampu membantu warga binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.

Dirangkaikan Rosh Hashanah

Bimbingan mental spiritual tersebut juga dirangkaikan dengan Ibadah Rosh Hashanah atau Hari Raya Peniupan Nafiri.

Momentum tersebut menjadi bagian dari kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan Kristen sekaligus ruang untuk memperkuat iman dan membangun harapan terhadap kehidupan yang akan dijalani ke depan.

Baca Juga :  Jurnalis Perempuan Mimika Tetapkan Kepengurusan Baru

Theodorus mengajak para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara sungguh-sungguh dan menjadikan pembinaan tersebut sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan dalam kehidupan.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Theodorus dengan ibadah pembukaan.

“Dengan demikian saya mengajak para hadirin bangkit berdiri untuk secara bersama-sama membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Mental sekaligus Ibadah Rosh Hashanah, Hari Raya Peniupan Nafiri, bagi para warga binaan Lapas Biak. Hari ini kegiatan ini resmi kita buka di dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus,” katanya.

Kegiatan itu dihadiri petugas Lapas Kelas II B Biak Numfor, pimpinan Yayasan Surbabo, pengurus Jaringan Doa Sekota serta para pendeta dan gembala yang memberikan materi pembinaan.

Kemenag Biak Numfor mendorong kolaborasi pelayanan keagamaan tersebut terus diperkuat sehingga pembinaan warga binaan dapat berjalan secara berkelanjutan, terutama dalam membangun ketahanan mental, memperkuat kehidupan spiritual dan mempersiapkan mereka kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat.(Rilis)

Berita Terkait

PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai
PPSN VI Malang, Kakanwil Kemenag Papua Dorong Santri Jadi Duta Kemanusiaan dan Lingkungan
Lewat Jumat Berkah, Yonif TP 810/BEM Perkuat Silaturahmi dengan Warga
BMP RI dan Pemkot Jayapura Turun Tangan Pulihkan Wai Mhorock Pascabanjir, 150 Paket Sembako Disalurkan
Dari Keamanan hingga Pertanian, Prajurit Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Warga Doyo Lama
Dari Papua ke Malang, Santri Bawa Misi Jaga Alam di PPSN VI
Gugatan Maniap Kogoya Uji Mekanisme Pengisian Wakil Bupati Nduga
KMP3R Tegaskan Papua Harus Melangkah Maju, Tinggalkan Narasi Konflik”

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:05 WIB

PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:58 WIB

PPSN VI Malang, Kakanwil Kemenag Papua Dorong Santri Jadi Duta Kemanusiaan dan Lingkungan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Lewat Jumat Berkah, Yonif TP 810/BEM Perkuat Silaturahmi dengan Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:44 WIB

BMP RI dan Pemkot Jayapura Turun Tangan Pulihkan Wai Mhorock Pascabanjir, 150 Paket Sembako Disalurkan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Dari Keamanan hingga Pertanian, Prajurit Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Warga Doyo Lama

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya