Jayapura,Papuaterdepan.com– Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 sebagai upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus menegaskan komitmen menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sasana Krida Bhakti Kanwil Kemenag Papua, Kamis, itu merupakan bagian dari program nasional bertema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua Gatut Aryoko yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Papua mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas untuk menyampaikan harapan serta aspirasinya.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menghadirkan ruang yang setara agar anak-anak dapat tumbuh, berkembang, dan berkontribusi bagi bangsa dan negara,” kata Gatut saat membacakan sambutan Kepala Kanwil Kemenag Papua.
Menurut dia, tema yang diangkat tahun ini mencerminkan pentingnya membangun masyarakat yang inklusif, ramah, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga tanpa diskriminasi.
Ia menegaskan Kementerian Agama berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk anak yatim dan penyandang disabilitas.
“Tidak boleh ada satu pun warga negara yang merasa terpinggirkan dalam memperoleh pelayanan. Semua harus mendapatkan akses yang sama,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gatut juga memberikan motivasi kepada anak-anak yang hadir agar terus mengembangkan potensi diri dan percaya pada kemampuan yang dimiliki.
Ia mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Kemenag Papua menyampaikan apresiasi kepada berbagai mitra yang mendukung pelaksanaan kegiatan, di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Papua, sejumlah lembaga amil zakat, perbankan, perusahaan, lembaga pendidikan, hingga organisasi kemanusiaan.
Sementara itu, Pembimbing Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Papua Rita Wahyuningsih mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pengelola zakat, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung kesejahteraan anak-anak yatim serta penyandang disabilitas di Papua.
Menurut Rita, dukungan yang diberikan mitra berupa bantuan tunai, paket bingkisan, pemeriksaan kesehatan gratis hingga kegiatan donor darah menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Semangat kepedulian ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan dan pendampingan bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas,” katanya.
Pada kegiatan tersebut, bantuan dari mitra perbankan dan perusahaan telekomunikasi mencapai Rp18 juta, disertai puluhan paket bingkisan, layanan kesehatan gratis bagi peserta, serta kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
Kemenag Papua berharap kolaborasi yang terbangun melalui program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas dapat terus diperkuat guna menciptakan pelayanan sosial-keagamaan yang inklusif, berkeadilan, dan menjangkau seluruh masyarakat di Tanah Papua.(Rilis)









