Klemens Taran Minta ASN Kemenag Papua Hentikan Praktik Cari Dukungan untuk Jabatan

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, mengingatkan pegawai agar tidak menggunakan petisi, penggalangan tanda tangan, maupun praktik pemberian uang untuk memengaruhi proses pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Ia menegaskan, pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN) harus mengacu pada mekanisme kepegawaian yang berlaku, dengan memperhatikan kinerja, kompetensi, dan rekam jejak pegawai.

Pesan tersebut disampaikan Klemens saat memimpin upacara penghormatan bendera dan doa di Kantor Wilayah Kemenag Papua, Kamis (17/9/2026). Kegiatan rutin setiap tanggal 17 itu diikuti pejabat administrator, ASN, serta tenaga honorer.

Dalam kesempatan tersebut, Klemens menyoroti dua hal yang perlu menjadi perhatian pegawai, yakni kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban kedinasan dan integritas dalam membangun karier.

Ia meminta pejabat administrator mendata tingkat kepatuhan ASN di masing-masing bidang, khususnya terkait kehadiran dalam upacara penghormatan bendera yang menjadi agenda rutin instansi.

“Ini sudah jadi instruksi dari pemerintah dan sebagai ASN wajib hukumnya. Nanti Bapak Ibu pejabat administrator tolong menginventarisir di bidang masing-masing ASN yang kepatuhannya berkurang di setiap tanggal 17,” ujarnya.

Baca Juga :  Hadapi Efisiensi Anggaran, Kemenag Jayapura Ingatkan ASN Tetap Disiplin dan Kebut E-Kinerja

Menurut Klemens, kepatuhan terhadap kegiatan kedinasan merupakan bagian dari tanggung jawab pegawai. Ia juga menyayangkan masih adanya pegawai senior yang tidak mengikuti kegiatan tersebut dan meminta seluruh ASN memberikan teladan dalam hal disiplin.

Di sisi lain, ia mengingatkan pegawai agar tidak melibatkan rekan kerja, terutama ASN yang baru bergabung, dalam upaya menggalang dukungan untuk mengusulkan seseorang menduduki jabatan kepala kantor.

Klemens menilai, proses pengisian jabatan tidak seharusnya dipengaruhi kepentingan kelompok atau dukungan personal yang berpotensi mengganggu profesionalitas birokrasi.

“Jangan menggiring pegawai yang baru masuk ke ruang politik praktis di kantor,” katanya.

Ia menjelaskan, penerapan manajemen talenta menuntut pegawai lebih serius membangun kinerja dan meningkatkan kompetensi. Karena itu, ASN diminta tidak menghabiskan energi untuk mencari dukungan, tetapi membuktikan kemampuan melalui pekerjaan dan tanggung jawab yang dijalankan.

“Jabatan ini semua jabatan karier. Apalagi dengan berlakunya manajemen talenta, ada istilah datamu, karirmu. Kerja saja. Dari apa yang dikerjakan akan mengantarkan Bapak Ibu nanti duduk di mana, bergeser ke mana, naik ke mana,” tutur Klemens.

Baca Juga :  Sambut HUT RI ke-81, Ondoafi Kayu Batu Bantu Mama-Mama UMKM dan Gelar Bakti Sosial

Peringatan juga disampaikan terkait dugaan praktik transaksi jabatan. Ia meminta pegawai tidak memberikan uang atau imbalan demi mendapatkan posisi tertentu karena praktik tersebut dapat menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan tugas.

“Jangan pernah dapatkan jabatan karena bayar. Jabatan didapatkan karena bayar sekian, bayar segini. Begitu Bapak Ibu duduk di situ, berpotensi bermasalah selama menjabat,” tegasnya.

Klemens turut meminta ASN tidak mudah terpengaruh arahan dari pihak luar yang tidak memiliki hubungan kedinasan dengan Kementerian Agama. Ia mengarahkan seluruh pegawai untuk tetap berpegang pada aturan dan fokus melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

Menutup arahannya, Klemens menegaskan bahwa proses penempatan pegawai harus berjalan melalui mekanisme dan kewenangan yang berlaku. Ia meminta praktik mencari dukungan melalui cara-cara yang tidak sesuai ketentuan dihentikan.

Arahan tersebut menjadi penekanan bagi ASN Kanwil Kemenag Papua untuk menjaga disiplin, menolak praktik transaksional, serta menempatkan kinerja dan integritas sebagai dasar dalam pengembangan karier.(Rilis)

Berita Terkait

Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Biosolar Subsidi di Entrop
Yonif TP 810/BEM Sisir Doyo Baru pada Malam Hari, Warga Diajak Jaga Kamtibmas
BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua
Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal
Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon
Yonif TP 810/BEM Latih Kedisiplinan Pelajar Melalui Program Army Go To School
Yonif TP 810/Bemare Bagikan Obat dan Vitamin Gratis kepada Warga

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Biosolar Subsidi di Entrop

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Yonif TP 810/BEM Sisir Doyo Baru pada Malam Hari, Warga Diajak Jaga Kamtibmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:23 WIB

BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya