JAYAPURA,Papuaterdepan.com — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua bersiap menggerakkan jajaran dan masyarakat dalam Gerakan Selawat Kebangsaan yang digagas Kementerian Agama RI untuk menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Gerakan tersebut dirancang sebagai rangkaian kegiatan keagamaan yang memadukan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan semangat kebangsaan. Salah satu agenda utamanya ialah pembacaan hingga khataman kitab Dalail Khairat secara serentak di berbagai daerah.
Persiapan program dibahas dalam rapat daring Kementerian Agama RI, Jumat (21/8/2026). Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Papua, Gatut Aryoko, bersama Tim Penerangan Agama Islam mengikuti rapat tersebut dari Ruang Rapat Amsal Yowei, Jayapura.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Muchlis Hanafi, mengatakan pola peringatan Maulid Nabi tahun ini diarahkan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, bulan Rabiul Awal perlu diisi dengan kegiatan yang dapat mengajak masyarakat mengenal lebih dekat sejarah dan keteladanan Rasulullah SAW sekaligus membiasakan tradisi berselawat.
“Tidak lagi hanya bersifat seremonial peringatan lalu selesai begitu saja, tapi kita ingin memeriahkan bulan Maulid ini dengan berbagai aktivitas terutama mengingatkan masyarakat tentang pentingnya kita berselawat,” kata Muchlis.
Gerakan pembacaan Dalail Khairat secara nasional ditargetkan melibatkan 1.781.945 peserta. Jumlah tersebut menjadi simbol yang menghubungkan semangat kecintaan terhadap Rasulullah SAW dengan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.
Di Papua, pelaksanaan akan dilakukan secara berjenjang. Pegawai Kanwil Kemenag Papua akan dilibatkan pada tingkat provinsi. Sementara pelaksanaan di kabupaten dan kota akan diperluas dengan melibatkan penyuluh agama, majelis taklim, ormas Islam, sekolah dan madrasah serta pesantren.
Rangkaian pembacaan Dalail Khairat dijadwalkan dimulai pada 31 Agustus 2026 dan berlangsung hingga 7 September. Khataman nasional akan dilaksanakan pada 7 September secara hybrid, sedangkan kegiatan di daerah dijadwalkan berlanjut sampai 8 September.
Partisipasi masyarakat juga dibuat terbuka dan fleksibel. Pembacaan dapat dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama, baik di kantor KUA, Kantor Kemenag, kampus, masjid maupun rumah bersama keluarga.
“Prinsipnya low budget, high participation, high impact,” ujar Muchlis.
Selain selawat dan khataman Dalail Khairat, masyarakat juga akan diajak mengikuti Ngaji Sirah. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali pembelajaran mengenai perjalanan kehidupan Nabi Muhammad SAW dan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kanwil Kemenag Papua menilai gerakan tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat ukhuwah, menjaga harmoni sosial dan menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa.
Melalui penguatan partisipasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, Kanwil Kemenag Papua siap mendukung Gerakan Selawat Kebangsaan agar gaung peringatan Maulid Nabi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.(Rilis)









