Menteri Haji Serap Aspirasi Papua, Embarkasi dan Kuota Haji Jadi Sorotan dalam Evaluasi 2026

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com– Persoalan panjangnya masa tunggu keberangkatan dan kebutuhan embarkasi haji di Tanah Papua menjadi perhatian dalam agenda Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar di Asrama Haji Jayapura, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, itu menjadi wadah bagi pemerintah daerah, penyelenggara haji, organisasi keagamaan, hingga kelompok bimbingan ibadah haji untuk menyampaikan berbagai masukan terkait pelayanan jemaah asal Papua.

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua turut hadir dalam kegiatan tersebut melalui Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam, Muslimin Yelipele, yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran.

Dalam pertemuan itu, Menteri Haji dan Umrah menegaskan bahwa pemerintah pusat tengah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem penyelenggaraan ibadah haji agar pelayanan kepada jemaah semakin berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan merupakan bagian dari proses perbaikan berkelanjutan untuk memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel pada musim haji mendatang.

Baca Juga :  Pererat Kebersamaan, Ondofolo Waena Berbagi Sembako di Asrama Mahasiswa Mamberamo Raya

“Kami ingin mendengar langsung berbagai masukan dari daerah. Semua catatan yang disampaikan akan menjadi bahan perbaikan dalam menyusun kebijakan penyelenggaraan haji yang lebih baik ke depan,” katanya.

Salah satu isu yang mengemuka dalam forum tersebut adalah masa tunggu keberangkatan haji di Papua yang masih tergolong panjang. Selain itu, para pemangku kepentingan juga menyoroti pentingnya kehadiran embarkasi haji di Papua untuk memangkas beban perjalanan jemaah yang selama ini harus melalui daerah lain sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Papua, Musa Narwawan, menyampaikan bahwa kebutuhan pelayanan haji di Papua terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pendaftar setiap tahun.

Ia menilai penambahan kuota dan dukungan infrastruktur pelayanan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus mempercepat akses keberangkatan jemaah.

Baca Juga :  TNI AL Hadirkan Kampung Bahari Nusantara untuk Sejahterakan Warga Pesisir Papua

“Kami berharap aspirasi masyarakat Papua terkait kuota dan embarkasi dapat menjadi perhatian pemerintah pusat karena akan sangat membantu peningkatan kualitas pelayanan haji di wilayah ini,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penyelenggaraan ibadah haji. Melalui sambutan Gubernur Papua yang dibacakan Asisten Bidang Administrasi Umum Sekda Papua, Suzana Wanggai, ditegaskan bahwa pelayanan kepada jemaah harus mempertimbangkan kondisi geografis Papua yang memiliki tantangan tersendiri.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Forum evaluasi tersebut menghasilkan berbagai masukan strategis terkait penguatan layanan jemaah, peningkatan koordinasi antarlembaga, serta penyempurnaan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji. Hasil evaluasi itu diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan pelayanan haji yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Papua pada musim haji 2027.(Rilis)

Berita Terkait

Dari Papua ke Malang, Santri Bawa Misi Jaga Alam di PPSN VI
Gugatan Maniap Kogoya Uji Mekanisme Pengisian Wakil Bupati Nduga
KMP3R Tegaskan Papua Harus Melangkah Maju, Tinggalkan Narasi Konflik”
Santri Papua Didorong Jadi Pelopor Kepedulian Lingkungan di PPSN VI Malang
Prajurit Yonif TP 810/BEM Turun ke Sosiri, Warga Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Kemenag Papua Atur Penggunaan HP di Sekolah, Siswa Hanya Boleh Gunakan untuk Keperluan Tertentu
Yonif TP 810/BEM Hadir di Tengah Warga Lewat Patroli Malam Doyo Baru
Jakarta Jadi Markas IAMI, Nasaruddin Umar Terpilih Sebagai Presiden Pertama

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 22:45 WIB

Dari Papua ke Malang, Santri Bawa Misi Jaga Alam di PPSN VI

Rabu, 30 September 2026 - 19:06 WIB

Gugatan Maniap Kogoya Uji Mekanisme Pengisian Wakil Bupati Nduga

Rabu, 30 September 2026 - 11:25 WIB

KMP3R Tegaskan Papua Harus Melangkah Maju, Tinggalkan Narasi Konflik”

Rabu, 30 September 2026 - 08:54 WIB

Santri Papua Didorong Jadi Pelopor Kepedulian Lingkungan di PPSN VI Malang

Senin, 28 September 2026 - 12:40 WIB

Kemenag Papua Atur Penggunaan HP di Sekolah, Siswa Hanya Boleh Gunakan untuk Keperluan Tertentu

Berita Terbaru

Nasional

Dari Papua ke Malang, Santri Bawa Misi Jaga Alam di PPSN VI

Rabu, 30 Sep 2026 - 22:45 WIB

Jangan Copy Ya