Pegawai Kanwil Kemenag Papua Perdalam Nahwu dan Sharaf

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Papuaterdepan.com- Pegawai Muslim Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua kembali menggelar pengajian rutin di Musala Al-Ikhlas pada Senin (18/05/2026). Kegiatan ini menjadi wadah konsisten untuk memperkuat literasi keagamaan sekaligus menjaga spiritualitas di tengah rutinitas kerja.

Pengajian ini dihadiri oleh jajaran petinggi kantor, mulai dari Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Kepala Bidang Pendidikan Islam (Kabid Pendis), hingga para pejabat fungsional, struktural, dan staf Muslim di lingkungan Kanwil Kemenag Papua.

Pentingnya Nahwu dan Sharaf sebagai Kunci Utama Memahami Al-Qur’an
Kajian keagamaan kali ini diisi langsung oleh Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Kabid Bimas Islam) Kanwil Kemenag Papua, Ustaz Muslimin Yelipele, S.Ag. Dalam paparannya, ia membedah urgensi ilmu nahwu dan sharaf sebagai fondasi paling mendasar dalam memahami struktur bahasa Arab dan mengkaji Al-Qur’an.

Ustaz Muslimin mengibaratkan kedua disiplin ilmu ini dengan analogi yang sangat lekat di dunia Islam:

Baca Juga :  Kunjungan Kasih Ondofolo Yoka Hadirkan Sukacita Natal bagi Mahasiswa Perantauan

“Ilmu sharaf disebut sebagai ‘ibunya ilmu’, sedangkan nahwu adalah ‘bapaknya ilmu’. Dari perpaduan keduanya, lahirlah pemahaman yang tepat terhadap untaian kalimat, termasuk kalam ilahi di dalam Al-Qur’an,” jelas Ustaz Muslimin.

Secara teknis, ia menerangkan:

Ilmu Nahwu: Berfungsi untuk mengetahui posisi (kedudukan) dan harakat akhir suatu kata dalam sebuah kalimat.

Ilmu Sharaf: Berkaitan dengan perubahan bentuk kata dasar (tasrif) ke dalam berbagai variasi makna.

Membawa Ilmu Pesantren ke Ranah Publik dan Birokrasi
Lebih lanjut, Ustaz Muslimin mendorong agar materi gramatika bahasa Arab yang mendalam ini tidak hanya menjadi konsumsi eksklusif di lingkungan pondok pesantren saja. Ia berharap masyarakat luas, khususnya para aparatur sipil negara di Kementerian Agama, juga memiliki akses dan kemauan untuk mempelajarinya.

“Kami berupaya agar ilmu ini tidak hanya dipelajari di pesantren, tetapi juga bisa dipahami oleh masyarakat umum, khususnya pegawai Kementerian Agama. Dengan dasar ilmu yang kuat, pemahaman kita terhadap ayat-ayat Allah akan jauh lebih baik,” tuturnya.

Baca Juga :  Perkuat Kerukunan, Kepala Kemenag Jayapura Bekali Penyuluh Agama Materi Moderasi Beragama

Uniknya, dalam sesi pemaparan, Ustaz Muslimin juga mengaitkan pola bahasa Arab dengan bahasa universal. Ia mencontohkan konsep kata ganti (dhamir) yang polanya sebenarnya mirip dengan konsep kata ganti dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, menunjukkan bahwa struktur dasar bahasa di dunia memiliki kesamaan universal.

Estafet Dakwah: Sampaikan Walau Satu Ayat
Menutup kajiannya, Kabid Bimas Islam mengingatkan jemaah yang hadir untuk tidak ragu menyebarluaskan ilmu agama yang telah didapat, sekecil apa pun itu.

“Sampaikanlah ilmu walaupun satu ayat. Penyebaran ilmu adalah tanggung jawab bersama, dan hidayah itu datang dari Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya,” pungkasnya.

Melalui pengajian rutin ini, Kanwil Kemenag Papua berharap dapat terus mendongkrak kualitas pemahaman keislaman pegawai secara berkelanjutan, sehingga mampu berimplikasi positif pada integritas dan etos kerja sehari-hari.(Rilis)

Berita Terkait

Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah, Patroli Malam Sasar Permukiman Warga Doyo Baru
Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan
PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai
PPSN VI Malang, Kakanwil Kemenag Papua Dorong Santri Jadi Duta Kemanusiaan dan Lingkungan
Lewat Jumat Berkah, Yonif TP 810/BEM Perkuat Silaturahmi dengan Warga
BMP RI dan Pemkot Jayapura Turun Tangan Pulihkan Wai Mhorock Pascabanjir, 150 Paket Sembako Disalurkan
Dari Keamanan hingga Pertanian, Prajurit Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Warga Doyo Lama
Dari Papua ke Malang, Santri Bawa Misi Jaga Alam di PPSN VI

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Yonif TP 810/BEM Perkuat Pengamanan Wilayah, Patroli Malam Sasar Permukiman Warga Doyo Baru

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 03:51 WIB

Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:05 WIB

PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:58 WIB

PPSN VI Malang, Kakanwil Kemenag Papua Dorong Santri Jadi Duta Kemanusiaan dan Lingkungan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Lewat Jumat Berkah, Yonif TP 810/BEM Perkuat Silaturahmi dengan Warga

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya