NABIRE, Papuaterdepan.com – Pembenahan fasilitas pendidikan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah mulai dirasakan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mambaul Ihsan, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Perbaikan ruang belajar dan lingkungan sekolah membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih nyaman bagi siswa.
Untuk memastikan perkembangan program tersebut, tim Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua melakukan monitoring di MI Mambaul Ihsan, Selasa (15/9/2026).
Kepala MI Mambaul Ihsan, Diah Ade Safitri, menjelaskan bahwa revitalisasi meliputi perbaikan enam ruang kelas, ruang guru, ruang kepala madrasah, aula, perpustakaan, unit kesehatan sekolah (UKS), dan kantin. Program ini juga mencakup pembangunan lima kamar mandi baru untuk siswa putra, siswa putri, dan guru.
Menurut Diah, manfaat perbaikan paling terasa ketika hujan turun. Sebelum halaman ditimbun, area sekolah mudah berlumpur sehingga siswa kerap membawa kotoran ke dalam kelas. Kondisi tersebut membuat ruang belajar kurang nyaman.
“Sekarang, dengan adanya lapangan yang sudah ditimbun, tidak ada becek lagi sehingga anak-anak belajar pun nyaman,” katanya.
Keberadaan kamar mandi di lingkungan madrasah juga mempermudah siswa dan guru memenuhi kebutuhan sanitasi tanpa harus berjalan jauh dari ruang belajar.
Diah menjelaskan, sebagian pekerjaan dilakukan melalui rehabilitasi bangunan yang sudah ada, termasuk memperbaiki lantai yang rusak. Pelaksanaan program sempat menghadapi kendala ketersediaan tukang dan bahan bangunan sehingga penyelesaian pekerjaan membutuhkan tambahan waktu.
Di balik perbaikan tersebut, pihak madrasah masih menghadapi sejumlah persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian. Akses jembatan di sekitar sekolah, misalnya, menjadi salah satu kekhawatiran setelah sebelumnya ada siswa yang terjatuh atau terpeleset ketika melintas. Area berhutan di belakang madrasah juga membuat pengawasan terhadap siswa saat jam istirahat perlu ditingkatkan.
Saat ini, MI Mambaul Ihsan memiliki sekitar 70 siswa, dengan 11 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Madrasah juga masih menyelesaikan kendala administrasi pendataan seorang siswa yang tercatat aktif dalam sistem lain sehingga datanya belum dapat ditarik ke sistem madrasah.
Tim monitoring Kanwil Kemenag Papua turut mendalami perkembangan sarana prasarana, kondisi peserta didik, serta dampak revitalisasi terhadap kegiatan belajar mengajar.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pemantauan pelaksanaan PHTC Revitalisasi Madrasah di Kabupaten Nabire. Agenda monitoring selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Madrasah Aliyah (MA) Asy-Syafiiyah pada Rabu (16/9/2026).
Melalui program ini, perbaikan fasilitas madrasah diharapkan dapat mendukung proses pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi siswa serta tenaga pendidik.(Rilis)









