Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan

- Redaksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 03:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PPSN VI Jadi Momentum Penguatan Karakter Santri Papua, Kemenag Tekankan Kepedulian Lingkungan dan Perlindungan Sesama

Jayapura – Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pembinaan kepramukaan bagi santri dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi ruang penguatan nilai-nilai kepedulian lingkungan dan perlindungan terhadap sesama.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Muzakir Asso, usai mengikuti pembukaan PPSN VI di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (1/10).

Menurut Muzakir, pesan yang disampaikan Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI, Basnang Said, dalam pembukaan kegiatan tersebut menjadi bekal penting yang perlu dibawa pulang oleh seluruh peserta, termasuk kontingen Papua.

Ia mengatakan, salah satu isu yang mendapat perhatian dalam PPSN VI adalah penguatan ekoteologi, yakni pendekatan yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

“Santri tidak hanya dibentuk menjadi generasi yang memiliki pengetahuan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Muzakir.

Baca Juga :  Kemenag Papua Perkuat Karakter ASN Lewat Pembinaan Mental dan Spiritual

Menurutnya, lingkungan pesantren dapat menjadi ruang pembelajaran yang efektif untuk menanamkan budaya peduli lingkungan melalui berbagai kegiatan sederhana, mulai dari menjaga kebersihan, penghijauan, hingga pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Muzakir menilai semangat tersebut relevan diterapkan di Papua yang memiliki kekayaan alam melimpah dan perlu dijaga oleh generasi muda, termasuk kalangan santri.

Selain isu lingkungan, PPSN VI juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan terbebas dari praktik kekerasan maupun perundungan.

Ia menegaskan pesantren harus menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang santri secara optimal, baik dari aspek pendidikan, karakter, maupun kesehatan mental.

“Setiap santri perlu memiliki kepedulian terhadap teman-temannya. Ketika melihat ada yang mengalami perlakuan tidak baik, maka harus hadir untuk memberikan dukungan dan perlindungan,” katanya.

Baca Juga :  Semangat Kebersamaan Warnai Jumat Sehat Kemenag Kota Jayapura

Muzakir berharap para peserta PPSN VI dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing setelah kembali ke daerah asal. Nilai-nilai yang diperoleh selama perkemahan diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan kepada santri lain di pondok pesantren.

Menurutnya, pembentukan karakter melalui kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam melahirkan generasi santri yang disiplin, peduli terhadap lingkungan, memiliki jiwa kepemimpinan, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Pesan yang dibawa dari PPSN ini diharapkan tidak berhenti sebagai materi kegiatan semata, tetapi menjadi gerakan nyata yang tumbuh dan berkembang di lingkungan pondok pesantren, khususnya di Papua,” ujarnya.

PPSN VI Tahun 2026 berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut diikuti kontingen santri dari berbagai provinsi dengan mengusung tema “Pramuka Santri Nusantara: Membentuk Karakter, Merawat Lingkungan, Meneguhkan Kebangsaan, dan Berdaya Saing Global.”(Rilis)

Berita Terkait

PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai
PPSN VI Malang, Kakanwil Kemenag Papua Dorong Santri Jadi Duta Kemanusiaan dan Lingkungan
Lewat Jumat Berkah, Yonif TP 810/BEM Perkuat Silaturahmi dengan Warga
BMP RI dan Pemkot Jayapura Turun Tangan Pulihkan Wai Mhorock Pascabanjir, 150 Paket Sembako Disalurkan
Dari Keamanan hingga Pertanian, Prajurit Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Warga Doyo Lama
Dari Papua ke Malang, Santri Bawa Misi Jaga Alam di PPSN VI
Gugatan Maniap Kogoya Uji Mekanisme Pengisian Wakil Bupati Nduga
KMP3R Tegaskan Papua Harus Melangkah Maju, Tinggalkan Narasi Konflik”

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 03:51 WIB

Santri Papua Diajak Wujudkan Pesantren Hijau, Aman, dan Bebas Perundungan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:05 WIB

PPSN VI Malang, Pemprov Papua Minta Santri Kenalkan Wajah Papua yang Toleran dan Damai

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:58 WIB

PPSN VI Malang, Kakanwil Kemenag Papua Dorong Santri Jadi Duta Kemanusiaan dan Lingkungan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Lewat Jumat Berkah, Yonif TP 810/BEM Perkuat Silaturahmi dengan Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:44 WIB

BMP RI dan Pemkot Jayapura Turun Tangan Pulihkan Wai Mhorock Pascabanjir, 150 Paket Sembako Disalurkan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya