Jayapura,Papuaterdepan.com— Peringatan Hari Tani Nasional 2026 menjadi momentum bagi Kepala Suku Hamadi Kampung Tobati, Timotius Hamadi, untuk mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan dengan mengembangkan kebun dan potensi pangan lokal di lingkungan kampung.
Ajakan tersebut disampaikan Timotius saat menggelar bakti sosial di kediamannya, Jalan Tasangkapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (26/9).
Dalam kegiatan yang dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga itu, Timotius menyerahkan sebanyak 75 paket bantuan yang terdiri atas beras dan bibit cabai kepada masyarakat.
Ia mengatakan bantuan bibit tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bentuk pemberian, tetapi dapat mendorong warga kembali memanfaatkan lahan untuk kegiatan pertanian.
“Bibit yang diberikan bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi awal untuk menanam, merawat, memanen, dan mengembangkan pangan secara mandiri di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Timotius, pembangunan ketahanan pangan perlu dimulai dari tingkat kampung dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Ia menyebut sejumlah pangan lokal seperti sagu, keladi, ubi, pisang, sayuran, cabai, ikan, serta hasil bumi lainnya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari lumbung pangan kampung.
“Lumbung kampung adalah kekuatan bersama. Melalui kebun dan pengembangan pangan lokal, setiap kampung dapat memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Timotius juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga tanah, hutan, air, dan sumber daya alam yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Papua.
Ia menilai pengelolaan sumber daya tersebut perlu dilakukan dengan tetap mempertahankan pengetahuan masyarakat adat yang diwariskan secara turun-temurun dan menyesuaikannya dengan perkembangan teknologi.
“Masyarakat adat harus menjadi penggerak utama dalam membangun lumbung kampung. Pengetahuan leluhur tentang tanah, musim, tanaman, hutan, dan sumber air perlu dijaga dan dikembangkan bersama pengetahuan serta teknologi,” ujarnya.
Selain itu, keterlibatan generasi muda dinilai penting agar sektor pertanian tidak hanya dipandang sebagai aktivitas pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga dapat menjadi ruang pengembangan ekonomi kampung.
Timotius berharap semangat Hari Tani Nasional dapat mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan yang tersedia dan membangun kemandirian pangan secara bersama-sama.
“Mari kita tanam bibit hari ini untuk memanen harapan di masa depan. Mari hidupkan lumbung kampung, perkuat pangan lokal, jaga tanah dan alam, serta wariskan kehidupan yang lebih baik kepada anak cucu,” katanya.(Naldo)









