JAYAPURA – Komitmen transformasi digital di lingkungan pendidikan madrasah terus diperkuat. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura, Ani Matdoan, melakukan kunjungan lapangan secara maraton untuk memantau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Senin (20/04/2026).
Didampingi oleh Pengawas Pendidikan Agama Islam dan jajaran staf ahli, monitoring ini menyasar tiga titik strategis madrasah di Kota Jayapura guna memastikan integrasi teknologi dalam evaluasi belajar berjalan tanpa kendala teknis.
Tiga Madrasah Jadi Fokus Monitoring
Lokasi monitoring kali ini dipusatkan pada tiga institusi pendidikan yang menjadi barometer kualitas madrasah di Jayapura, yakni:
MI Bait Qur’an DDI
Madrasah Ibtidaiyah Unggulan DQD
MI Nurul Huda
Ketiga madrasah tersebut dipilih untuk meninjau sejauh mana kesiapan infrastruktur digital, mulai dari ketersediaan perangkat komputer, stabilitas jaringan internet, hingga kesiapan operator dalam menangani sistem ujian berbasis TIK.
Mengutamakan Objektivitas dan Transparansi
Di sela-sela kunjungannya, Ani Matdoan menegaskan bahwa peralihan dari ujian konvensional ke berbasis TIK bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih kredibel.
“Pelaksanaan tes berbasis TIK merupakan bagian dari upaya besar kita dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Metode ini memungkinkan kita mengukur kemampuan akademik peserta didik secara lebih objektif, akurat, dan transparan,” ujar Ani Matdoan saat meninjau salah satu ruang ujian.
Ia menambahkan bahwa monitoring ini sangat krusial untuk menjamin setiap siswa mendapatkan kenyamanan dan fasilitas yang setara selama proses pengerjaan soal berlangsung.
Apresiasi Kesiapan Infrastruktur Madrasah
Dalam pantauannya, Ani Matdoan memberikan apresiasi tinggi kepada para kepala madrasah dan guru yang telah bekerja keras mempersiapkan perangkat teknologi secara mandiri maupun kolektif. Ia menilai, kesiapan mental siswa dalam menghadapi layar komputer juga menunjukkan kemajuan signifikan dalam literasi digital di tingkat MI (Madrasah Ibtidaiyah).
“Kami sangat mengapresiasi pihak madrasah yang sudah sangat siap. Bukan hanya soal perangkatnya, tapi juga pengawasan yang ketat namun tetap humanis bagi anak-anak kita,” tambahnya.
Kegiatan monitoring ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pengawasan, tetapi juga bahan evaluasi konstruktif bagi Kemenag Kota Jayapura untuk memetakan kebutuhan sarana prasarana pendidikan berbasis teknologi di masa mendatang. Dengan suksesnya pelaksanaan TKA berbasis TIK ini, madrasah di Jayapura semakin membuktikan kesiapannya dalam mencetak generasi yang melek teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai religi.(Rilis)









