IAIN Papua Menggelar Penguatan Ekosistem Halal di Jayapura

- Redaksi

Selasa, 1 Juli 2025 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papuaterdepan.com,Jayapura,-Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, Marwan Sileuw, secara resmi membuka kegiatan Penguatan Ekosistem Halal melalui Pendirian LPK JPH, LPH, dan LP3H yang berlangsung di Aula Fakultas Tarbiyah IAIN Fattahul Muluk Papua, Jayapura, Selasa (01/07/2025).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BPJPH, Kanwil Kemenag Provinsi Papua, dan IAIN Fattahul Muluk dalam membangun ekosistem halal di Bumi Cenderawasih, serta kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak LP3H, LPH, LPK JPH, di Papua agar layanan halal semakin mudah diakses masyarakat.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Jaminan Produk Halal (JPH) Provinsi Papua sekaligus Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Abdul Hafid Jusuf, turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Marwan menyampaikan bahwa isu halal bukan semata aspek administratif, tetapi amanah ilahiah yang bersifat universal. Halal mencerminkan kesucian jasmani dan rohani serta menjadi tanggung jawab kolektif umat manusia.

Baca Juga :  MELEDAK, Paulus Waterpauw Unggul Dalam Survei Pilkada Papua

Marwan juga menyoroti pentingnya kehadiran LPK JPH, LPH, dan LP3H sebagai pilar utama dalam sistem jaminan produk halal. Lembaga-lembaga ini, menurutnya, tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga mendorong pelaku usaha agar menjalankan bisnis secara etis dan bertanggung jawab.

“Jika masyarakat hidup sehat, negara akan kuat. Dan jika rakyatnya menjaga amanah halal, Tuhan pun akan mencurahkan kasih sayang-Nya,” ujarnya.

Direktur Pengawasan JPH BPJPH, Budi Setyo Hartoto, hadir mewakili Kepala dan Deputi BPJPH yang berhalangan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan sinergi antarinstansi untuk mendorong percepatan layanan halal di daerah.

Budi menjelaskan bahwa sertifikasi halal kini bersifat wajib, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 33 Tahun 2014, PP Nomor 39 Tahun 2021, dan PP Nomor 42 Tahun 2024.

Proses sertifikasi dilakukan secara digital, dimulai dari pendaftaran, pendampingan oleh LP3H, audit oleh LPH, penetapan oleh Komite Fatwa, hingga penerbitan sertifikat oleh BPJPH.

Baca Juga :  Enam Rangkaian Kegiatan Warnai Peringatan HAB Ke-80 Kemenag Papua

“LP3H dan LPH adalah hulu dari proses sertifikasi. LP3H mendampingi UMKM secara gratis, sementara LPH melaksanakan audit produk,” jelasnya.

Budi juga menekankan peran strategis Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dalam menyiapkan tenaga profesional di bidang halal, seperti juru sembelih halal (juleha) dan petugas rumah potong hewan (RPH) maupun unggas (RPU). Menurutnya, ketidaksesuaian prosedur di tahapan awal bisa mengakibatkan produk kehilangan status halal.

Budi menambahkan, prinsip halal kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia lintas agama. Sertifikasi halal memberikan jaminan kepastian terhadap produk yang dikonsumsi oleh semua kalangan.

Sebanyak 30 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri atas unsur perguruan tinggi, pondok pesantren, Kanwil dan Kemenag kabupaten/kota, Dewan Masjid Indonesia, BKPRMI, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Papua, dan perwakilan lembaga lainnya.**(Rilis)

Berita Terkait

Prajurit Yonif TP 810/BEM Datangi Rumah Warga Sosiri, Berikan Pengobatan Gratis
Billy Mambrasar: MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, Ini Investasi Masa Depan Anak Papua
Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Biosolar Subsidi di Entrop
Yonif TP 810/BEM Sisir Doyo Baru pada Malam Hari, Warga Diajak Jaga Kamtibmas
BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua
Yonif TP 810/BEM Ajak Warga Sosiri Perkuat Keamanan dan Kembangkan Usaha Lokal
Jaringan Amunisi Ilegal di Papua Diusut, Satgas Cartenz tangkap Dua Orang di Jayapura
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga, Kuasa Hukum Maniap Kogoya Pertanyakan Dokumen Pengusulan Calon

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Prajurit Yonif TP 810/BEM Datangi Rumah Warga Sosiri, Berikan Pengobatan Gratis

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Billy Mambrasar: MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, Ini Investasi Masa Depan Anak Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Pertamina Hentikan Sementara Penyaluran Biosolar Subsidi di Entrop

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Yonif TP 810/BEM Sisir Doyo Baru pada Malam Hari, Warga Diajak Jaga Kamtibmas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:23 WIB

BMP RI Salurkan 5.000 Paket Sembako, Perkuat Nasionalisme dan Kepedulian Sosial di Papua

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya