Jayapura,Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua mengisi peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 dengan enam rangkaian kegiatan yang sarat pesan kerukunan, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan.
Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kemenag Papua, I Wayan Wira Adnyana, mengatakan seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan lintas agama.
“Dalam rangka HAB ke-80, kami melaksanakan enam kegiatan yang sudah dan akan terus berjalan. Seluruhnya mengedepankan nilai kepedulian sosial, kerukunan, dan cinta lingkungan,” ujar I Wayan Wira Adnyana di Jayapura,Sabtu (20/12).
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan bakti sosial pada 18 Desember 2025 yang menyasar para pegawai, purnabakti, serta orang tua di lingkungan Kementerian Agama sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka.
Selanjutnya, pada 19 Desember 2025, Kemenag Papua melaksanakan program Jumat Asri berupa kegiatan bersih-bersih rumah ibadah. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pesan bahwa Papua sebagai tanah yang diberkati harus dijaga bersama.
“Melalui Jumat Asri, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa merawat lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Papua yang diberkati harus tetap bersih dan lestari,” katanya.
Menurutnya, kegiatan bersih-bersih tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari rumah ibadah lintas agama, sekolah, perguruan tinggi, hingga satuan kerja Kementerian Agama di kabupaten dan kota. Keterlibatan banyak pihak menunjukkan komitmen Kemenag untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya terlihat dari balik meja. Dengan turun ke lapangan, kami bisa memahami kondisi masyarakat dan menerjemahkannya dalam program yang nyata dan bermanfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian HAB ke-80 juga sejalan dengan pesan ekoteologi yang disampaikan Menteri Agama, yakni membangun harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
“Ekoteologi mengajarkan keseimbangan. Jika hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam berjalan seimbang, maka kesejahteraan akan terwujud,” katanya.
Dalam peringatan HAB ke-80 ini, lanjut dia, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk menghapus sekat perbedaan dan memperkuat nilai cinta, persaudaraan, serta kebersamaan. Hal tersebut diwujudkan salah satunya melalui kegiatan jalan sehat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Dengan jiwa yang gembira dan tubuh yang sehat, kita bisa membangun kebersamaan yang lebih kuat. Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Papua,” ujarnya.
Ia menambahkan, puncak peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 3 Januari 2026, di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua.
“Puncak acara akan diisi dengan upacara yang melibatkan seluruh pegawai Kementerian Agama, perguruan tinggi, sekolah, serta instansi terkait, sebagai momentum bersejarah HAB ke-80,” kata I Wayan Wira Adnyana.(Redaksi)









