Kakanwil Kemenag: kerukunan umat beragama bukan sekadar program

- Redaksi

Minggu, 20 Juli 2025 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

papuaterdepan.com, Supiori,-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Klemens Taran, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar program, tetapi merupakan kebutuhan bersama yang harus diperjuangkan oleh seluruh pihak.

Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan Dialog Lintas Agama di Kabupaten Supiori yang dihadiri oleh 25 tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan, dan pejabat struktural Kemenag Supiori, Jumat (18/07/2025).

“Dari sisi iman kita berbeda, tetapi dari sisi kemanusiaan kita harus menjadi satu,” tegas Klemens. Ia menambahkan, kerukunan dan cinta kemanusiaan adalah prioritas pertama dalam Asta Protas Kementerian Agama, sejalan dengan visi besar.

“Terwujudnya masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.”ujarnya

Dalam paparannya, Kakanwil mengingatkan bahwa kerukunan tidak hadir secara otomatis, melainkan harus dibangun melalui upaya bersama, hati yang mau memahami, kepala yang mau berpikir jernih, serta tangan yang mau bekerja sama.

“Tanpa kerukunan, program apa pun—baik dari pemerintah maupun lembaga agama—tidak akan berjalan maksimal,” ucapnya

Ia juga menyoroti tantangan sosial budaya di Papua, seperti ketimpangan sosial-ekonomi, potensi konflik identitas, serta penyebaran hoaks yang cepat meluas. Oleh karena itu, peran Tokoh Agama sangat penting menjadi penjaga harmoni sosial, fasilitator dialog, hingga early warning system untuk mencegah terjadinya konflik.
“Tokoh agama bukan hanya simbol, tetapi menjadi garda depan penjaga kedamaian,” tambahnya.

Baca Juga :  Sentuhan Natal: Ondofolo Yoka Salurkan Sembako untuk Mahasiswa Raja Ampat

Senada dengan itu, Kepala Kemenag Supiori, Lot B.H. Rumbino, memaparkan kondisi nyata kehidupan beragama di Supiori. Saat ini terdapat dua Klasis GKI, Jemaat GPDI, GBGP, GPI, serta Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius yang baru terdata.

“Data kami lengkap, semua tokoh agama sudah terlibat. Bahkan umat muslim yang kini berjumlah sekitar 760 jiwa juga sudah terdata dan dilayani,” jelasnya.

Lot mengakui menjaga keharmonisan bukan tanpa tantangan, seperti saat pembangunan Masjid An-Nur yang sempat menimbulkan pertanyaan sebagian tokoh. Namun melalui dialog dan koordinasi bersama, semua dapat diselesaikan dengan baik.

“Perbedaan itu sudah diizinkan Tuhan supaya menjadi indah. Yang menyelamatkan bukan nama agama kita, tetapi amal baik dan kepedulian kita,” tegasnya.

Ia juga menekankan, SKB 2 Menteri atau PBM Nomor 8 dan 9 tahun 2006, bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi semua umat agar pendirian rumah ibadah dapat berjalan dengan tertib dan adil.

Baca Juga :  Jelang Natal, Ondofolo Waena Beri Pesan Moral dan Bantuan untuk Mahasiswa Putri Nabire

“Kami tidak pernah melarang pembangunan rumah ibadah, tetapi semua harus sesuai aturan. Dan kami selalu memfasilitasi agar umat dapat beribadah dengan tenang,” tambahnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Supiori melalui koordinasi dengan Kemenag juga memberikan insentif kepada pendeta, ustadz, imam, dan penyuluh agama sebagai bentuk perhatian agar tokoh agama semakin kuat menjalankan perannya sebagai penjaga kerukunan.

Kakanwil menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak, serta pentingnya segera memperjuangkan dokumen dan data umat untuk penguatan struktur kelembagaan.

“Lebih baik kita siapkan ‘rumahnya’ sejak awal, agar saat umat bertambah, pelayanan dapat langsung berjalan,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa ke depan dapat dilaksanakan lebih besar lagi melalui kolaborasi antara Kemenag dan Pemerintah Daerah.

“Melalui dialog, edukasi, dan aksi nyata, kita buktikan bahwa perbedaan adalah kekuatan, bukan ancaman. Mari kita rawat bersama kerukunan di Tanah Papua khususnya Kabupaten Supiori demi masa depan yang lebih damai dan sejahtera,” pungkasnya.**(Rilis)

Berita Terkait

BULOG Papua Salurkan 179,7 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Mikro
Bangun Kedekatan dengan Warga, Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Masyarakat Doyo Lama
PT AMJ Tunda Kenaikan Tarif Air 2027, 54 Persen Pelanggan Belum Tertib Membayar
Hampir Setahun Berjuang, Maniap Kogoya Kawal Sengketa Wakil Bupati Nduga hingga Putusan
Polda Papua Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape, Kafe dan Diskotek Masuk Penyelidikan
Yonif TP 810/BEM Ajak Pelajar SDN Angkasa Lanud Silas Papare Cintai Tanah Air
Prajurit Yonif TP 810/BEM Turun Langsung Layani Kesehatan Warga Kampung Sosiri
Pendaftaran Murid Baru Kalam Kudus Jayapura Dibuka, Ini Program dan Promo yang Ditawarkan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:32 WIB

BULOG Papua Salurkan 179,7 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Mikro

Kamis, 5 November 2026 - 16:03 WIB

Bangun Kedekatan dengan Warga, Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Masyarakat Doyo Lama

Kamis, 5 November 2026 - 10:51 WIB

PT AMJ Tunda Kenaikan Tarif Air 2027, 54 Persen Pelanggan Belum Tertib Membayar

Rabu, 4 November 2026 - 19:50 WIB

Hampir Setahun Berjuang, Maniap Kogoya Kawal Sengketa Wakil Bupati Nduga hingga Putusan

Rabu, 4 November 2026 - 15:54 WIB

Polda Papua Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape, Kafe dan Diskotek Masuk Penyelidikan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya