Cegah Konflik Agama Sejak Dini, Kemenag Papua Bekali Siswa SMK dengan EWS dan Nilai Empati

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA,Papuaterdepan.com – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua meluncurkan pendekatan baru dalam membina kerukunan di kalangan pelajar melalui sosialisasi “Kurikulum Cinta” dan Early Warning System (EWS) Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, di Aula SMK Negeri 2 Jayapura, Kamis (4/12/2025). Pembukaan ditandai dengan penabuhan tifa, didampingi oleh Plt Kepala Sekolah SMKN 2 Jayapura, Feronika Munthe, serta perwakilan siswa lintas agama.

Dalam sambutannya, Klemens menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta bukan sekadar materi pelajaran moral biasa. Lebih dari itu, ini adalah metode untuk membentuk cara pandang dan pola interaksi generasi muda agar lebih humanis.

“Kurikulum ini ingin membangun karakter pelajar Indonesia yang berakhlak, saling menghargai, mampu bekerja sama dalam perbedaan, dan memiliki empati terhadap sesama,” ujar Klemens.

Baca Juga :  Bimas Katolik Kemenag Papua Perkuat Moderasi Beragama Pelajar di SMA Negeri 4 Jayapura

Relevan untuk Gen Z dan Era Digital

Klemens menilai program ini sangat relevan bagi siswa SMK yang hidup di tengah arus informasi digital yang deras. Menurutnya, siswa kini berhadapan dengan kemajemukan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di dunia maya yang rawan gesekan.

Oleh karena itu, Kemenag menyandingkan kurikulum ini dengan pengenalan EWS atau sistem peringatan dini. Tujuannya agar siswa mampu mendeteksi potensi konflik seperti hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi sebelum menyebar luas.

“Siswa-siswi SMKN 2 Jayapura diharapkan menjadi duta kerukunan di era digital dengan menolak hoaks dan membangun komunikasi damai,” tegasnya.

Gagas Forum FAMILI

Sebagai tindak lanjut konkret, Klemens menggagas pembentukan wadah komunikasi bernama FAMILI, akronim dari Forum Muda Mudi Lintas Iman. Forum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi pelajar dari berbagai latar belakang keyakinan.

Baca Juga :  Minta Maaf Sempat Bikin Gaduh, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Zakat Tetap Rukun Islam yang Wajib

“Saya berharap kegiatan ini menghasilkan pemahaman baru, kerja sama yang berkelanjutan, serta komitmen menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman, inklusif, dan penuh persaudaraan,” harap Klemens.

Apresiasi Pihak Sekolah

Plt Kepala SMKN 2 Jayapura, Feronika Munthe, menyambut positif inisiatif ini. Ia berharap sosialisasi semacam ini tidak berhenti di satu kegiatan saja, melainkan menjadi agenda rutin.

“Saya percaya ketika ini menjadi agenda rutin di sekolah, maka Provinsi Papua, khususnya Kota Jayapura, akan mengalami kemajuan luar biasa dalam hal kerukunan,” tuturnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta didik yang mewakili agama Islam, Kristen, dan Katolik.(Rilis)

Berita Terkait

Jaga Rasa Aman Warga, Prajurit Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru
LMA dan Yonif TP 910 Rangkul Pemuda Burmeso, Persatuan dan Budaya Jadi Pesan Utama
Barisan Merah Putih Papua Tengah Gaungkan Nasionalisme, Pemuda Nabire Diajak Jangan Lupakan Sejarah
Gelar Seminar Kebangsaan di Nabire, Barisan Merah Putih Ajak Pemuda Rawat Sejarah Bangsa
Momentum Sumpah Pemuda, Sem Tasti Tekankan Peran Anak Muda Bangun Mamberamo Raya
Jaga Distribusi Tepat Sasaran, BULOG Perketat Pengawasan Beras SPHP
Ringankan Beban Warga, Prajurit Yonif TP 810/Bemare Gelar Aksi Jumat Berkah
Tak Hanya Jaga Keamanan, Yonif TP 810/Bemare Hadirkan Ruang Belajar bagi Anak Papua

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Jaga Rasa Aman Warga, Prajurit Yonif TP 810/BEM Sisir Permukiman Doyo Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:45 WIB

LMA dan Yonif TP 910 Rangkul Pemuda Burmeso, Persatuan dan Budaya Jadi Pesan Utama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Barisan Merah Putih Papua Tengah Gaungkan Nasionalisme, Pemuda Nabire Diajak Jangan Lupakan Sejarah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Gelar Seminar Kebangsaan di Nabire, Barisan Merah Putih Ajak Pemuda Rawat Sejarah Bangsa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Momentum Sumpah Pemuda, Sem Tasti Tekankan Peran Anak Muda Bangun Mamberamo Raya

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya