Kemenag Kota Jayapura dan RSUP Kemenkes Jalin Kerja Sama, Hadirkan Pendampingan Rohani bagi Pasien

- Redaksi

Senin, 27 Juli 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura,Papuaterdepan.com – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang holistik terus diperkuat di Kota Jayapura. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kementerian Kesehatan Jayapura untuk menghadirkan layanan pendampingan mental dan spiritual bagi pasien yang menjalani perawatan.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Ruang Rapat RSUP Kemenkes Jayapura, Senin (27/7/2026), sebagai langkah strategis dalam mengintegrasikan aspek kesehatan fisik, mental, dan spiritual dalam pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Ani Matdoan, hadir langsung dalam penandatanganan MoU tersebut didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Hidayat Gani dan Kepala Seksi Urusan Agama Kristen (Urak) **Lina Patandianan**. Kehadiran para pejabat lintas bidang ini menegaskan komitmen Kemenag untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kerja sama ini, Kemenag Kota Jayapura akan menyediakan layanan bimbingan mental dan spiritual bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUP Kemenkes Jayapura. Pendampingan rohani tersebut akan diberikan sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing pasien sehingga mereka dapat memperoleh dukungan batin selama menjalani proses pengobatan.

Baca Juga :  Menag Yaqut: Pesantren harus kuat secara ekonomi

Untuk pasien Muslim, pendampingan akan dilakukan oleh penyuluh agama Islam yang berada di bawah koordinasi Bimas Islam serta melibatkan unsur Majelis Taklim. Sementara bagi pasien beragama Kristen dan Katolik, layanan rohani akan diberikan oleh penyuluh agama sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Kepala Kantor Kemenag Kota Jayapura, Ani Matdoan, menyampaikan bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga menyangkut aspek psikologis dan spiritual yang memiliki peran penting dalam proses penyembuhan seseorang.

Menurutnya, kehadiran penyuluh agama di rumah sakit diharapkan mampu memberikan ketenangan, motivasi, serta penguatan iman bagi pasien maupun keluarga yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Pasien yang menjalani perawatan tidak hanya membutuhkan pengobatan medis, tetapi juga dukungan moral dan spiritual. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa kebutuhan rohani pasien dapat terpenuhi dengan baik sesuai keyakinan masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, pihak RSUP Kemenkes Jayapura menyambut baik kolaborasi tersebut karena dinilai dapat melengkapi pelayanan kesehatan yang selama ini diberikan kepada masyarakat. Selain mendapatkan penanganan medis dari dokter dan tenaga kesehatan profesional, pasien juga akan memperoleh dukungan psikologis dan spiritual yang berperan dalam meningkatkan semangat untuk sembuh.

Baca Juga :  Beras SPHP Dijual hingga Rp20 Ribu per Kg, Empat Pejabat Bulog Wamena Tersangka Korupsi

Kerja sama ini juga mencakup mekanisme rujukan dan pendampingan yang terstruktur agar layanan rohani dapat diberikan secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan pasien. Dengan sistem yang terintegrasi, penyuluh agama dapat berkoordinasi langsung dengan pihak rumah sakit ketika terdapat pasien yang membutuhkan pendampingan spiritual.

Kolaborasi antara Kemenag Kota Jayapura dan RSUP Kemenkes Jayapura ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih humanis dan menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental serta ketenangan spiritual pasien.

Melalui sinergi tersebut, kedua institusi berharap dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasien sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di bidang kesehatan dan keagamaan. Pendampingan mental dan spiritual yang berkelanjutan diharapkan mampu memberikan kekuatan batin bagi pasien dan keluarga dalam menghadapi setiap tahapan proses pengobatan menuju kesembuhan.(Rilis)

Berita Terkait

Momentum Kemerdekaan, Tokoh Adat Tobati-Engros Satukan Warga Lewat Aksi Lingkungan dan Kepedulian Sosial
Bagi Sembako dan Gelar Lomba Anak, Warga Waena Rayakan Kemerdekaan
Semangat Merah Putih di Perbatasan, Warga Skouw Sae Padukan Aksi Sosial dan Keceriaan Anak Sambut HUT RI ke-81
Sambut HUT RI ke-81, Ondoafi Kayu Batu Bantu Mama-Mama UMKM dan Gelar Bakti Sosial
Lomba Rakyat Meriah, Ketua LMA Sarmi Serukan Cinta Tanah Air dan Persaudaraan
Kepala Suku Skouw Sae Ingatkan Bahaya Provokasi, Semangat Kemerdekaan Harus Perkuat Persatuan Warga
Sambut HUT RI ke-81, Kepala Suku Mannem Serukan Persatuan dan Kedamaian di Tanah Papua
Sambut HUT RI ke-81, Kepala Suku Mannem Satukan Warga Lewat Aksi Sosial dan Perlombaan Rakyat

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Momentum Kemerdekaan, Tokoh Adat Tobati-Engros Satukan Warga Lewat Aksi Lingkungan dan Kepedulian Sosial

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Bagi Sembako dan Gelar Lomba Anak, Warga Waena Rayakan Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:22 WIB

Semangat Merah Putih di Perbatasan, Warga Skouw Sae Padukan Aksi Sosial dan Keceriaan Anak Sambut HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Ondoafi Kayu Batu Bantu Mama-Mama UMKM dan Gelar Bakti Sosial

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Lomba Rakyat Meriah, Ketua LMA Sarmi Serukan Cinta Tanah Air dan Persaudaraan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya