Keondofoloan Waena Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA,Papuaterdepan.com — Peringatan Hari Tani Nasional di Kampung Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, diarahkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali budaya berkebun dan memperkuat kemandirian pangan masyarakat.

Keondofoloan Kampung Waena memanfaatkan momentum tersebut dengan menggelar bakti sosial di kediaman Ondofolo Kampung Waena, Selasa (22/9/2026). Kegiatan itu diikuti sekitar 75 warga, mayoritas kaum ibu, serta dihadiri tokoh adat dan tokoh agama.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menerima bantuan beras dan bibit cabai. Namun, bantuan bibit itu diarahkan tidak berhenti sebagai pemberian, melainkan menjadi pemicu bagi warga untuk kembali memanfaatkan kebun-kebun di lingkungan kampung.

Ondofolo Kampung Waena Richard Ohee mengatakan ketahanan pangan harus dibangun dari sumber daya yang telah dimiliki masyarakat, termasuk tanah, hutan, air dan hasil bumi.

Menurut dia, sumber daya tersebut memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat Papua sekaligus merupakan warisan yang harus dijaga lintas generasi.

“Tanah bukan sekadar tempat berpijak, tetapi warisan leluhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Ohee.

Ia mengatakan konsep lumbung kampung dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat ketersediaan pangan masyarakat. Pengembangannya tidak harus bergantung pada satu jenis komoditas, tetapi dapat memanfaatkan beragam pangan lokal yang selama ini telah dikenal masyarakat.

Baca Juga :  Menyulam Mimpi Bersama di Seduhan Communitea: Forum Komunitas Jayapura 

Ohee menyebut sagu, keladi, ubi, pisang, sayuran, cabai hingga ikan sebagai potensi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Menurut dia, pengembangan komoditas tersebut bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat kampung.

“Pemberian bibit lombok kepada masyarakat menjadi langkah nyata untuk menghidupkan kembali kebun-kebun kampung. Bibit yang diberikan bukan sekadar bantuan, tetapi menjadi awal untuk menanam, merawat, memanen, dan mengembangkan pangan secara mandiri di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Ohee menekankan pentingnya menempatkan masyarakat adat sebagai pelaku utama dalam pengembangan lumbung kampung.

Pengetahuan yang diwariskan leluhur, kata dia, dapat menjadi dasar dalam mengelola lahan dengan tetap memperhatikan kondisi tanah, musim, tanaman, hutan dan sumber air.

Pengetahuan tersebut selanjutnya dapat dipadukan dengan teknologi pertanian dan informasi yang berkembang saat ini agar pengelolaan pangan menjadi lebih efektif tanpa menghilangkan nilai-nilai lokal.

“Penguatan lumbung kampung harus menjadi gerakan bersama. Masyarakat memiliki pengetahuan tentang alam yang diwariskan leluhur dan itu perlu dikembangkan dengan pengetahuan serta teknologi masa kini,” katanya.

Selain masyarakat dewasa, Ohee menilai generasi muda perlu mendapat ruang lebih besar dalam pengembangan pertanian dan pangan lokal.

Baca Juga :  Max Ohee: Waena Bukan Wilayah KNPB, Warga Diminta Tetap Tenang

Ia berharap anak muda melihat sektor pertanian sebagai bidang yang dapat dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi, termasuk untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru di kampung.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda penting agar pengetahuan mengenai pengelolaan pangan dan sumber daya alam tidak terputus pada satu generasi.

Peringatan Hari Tani Nasional di Waena pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bakti sosial. Penanaman bibit cabai yang dibagikan kepada warga diharapkan menjadi bagian awal dari gerakan yang lebih luas untuk mengaktifkan kembali kebun-kebun masyarakat.

Ohee mengajak warga menjadikan halaman rumah maupun lahan yang tersedia sebagai ruang produktif untuk menanam berbagai kebutuhan pangan.

“Mari kita tanam bibit hari ini untuk memanen harapan di masa depan. Mari hidupkan lumbung kampung, perkuat pangan lokal, jaga tanah dan alam, serta wariskan kehidupan yang lebih baik kepada anak cucu. Pangan yang berdaulat dimulai dari kampung yang kuat,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Keondofoloan Kampung Waena mendorong ketahanan pangan berbasis masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal dan memperkuat kembali peran kampung sebagai salah satu basis produksi pangan.(Redaksi)

Berita Terkait

Lumbung Desa Jadi Kunci Ketahanan Pangan, LMA Sarmi Ajak Warga Bergerak Bersama
Penembakan ASN Jayawijaya, Pdt MPA Mauri Serukan Perdamaian dan Tolak Aksi Balasan
Ketua Dewan Adat Sarmi Ajak Masyarakat Dukung PSN Food Estate Merauke dan Perkuat Lumbung Desa
Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga
SK Wakil Bupati Nduga Diproses Saat Sengketa Berjalan, Tim Maniap Kogoya Desak Kemendagri Tahan Pengesahan
Gugatan Pengisian Wakil Bupati Nduga Masuk Pokok Perkara, Maniap Kogoya Tantang Proses DPRK di PTUN Jayapura
Esmeralda Genk di Balik Meriahnya Konser Wandra pada Gebyar Kemerdekaan di Jayapura
Tiga Bulan Menjelang Akhir Tahun, ASN Kemenag Papua Diminta Tuntaskan Target Kerja

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:29 WIB

Lumbung Desa Jadi Kunci Ketahanan Pangan, LMA Sarmi Ajak Warga Bergerak Bersama

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Keondofoloan Waena Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal

Senin, 21 September 2026 - 15:09 WIB

Penembakan ASN Jayawijaya, Pdt MPA Mauri Serukan Perdamaian dan Tolak Aksi Balasan

Senin, 21 September 2026 - 11:19 WIB

Ketua Dewan Adat Sarmi Ajak Masyarakat Dukung PSN Food Estate Merauke dan Perkuat Lumbung Desa

Rabu, 2 September 2026 - 15:36 WIB

Menko Pangan dan Dirut Bulog Turun ke Sorong, Pastikan Bantuan Beras Menjangkau Warga

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya