Hari Tani Nasional, Bagaiserwar Gerakkan Masyarakat Perkuat Pangan Lokal

- Redaksi

Selasa, 22 September 2026 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SARMI,Papuaterdepan.com — Penguatan ketahanan pangan di Tanah Papua dinilai perlu dimulai dari tingkat kampung dengan mendorong masyarakat adat mengelola potensi pertanian dan membangun lumbung pangan secara mandiri.

Gagasan tersebut disampaikan Ondoafi Kampung Bagaiserwar, Kaleb Sawen, dalam Diskusi Adat Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa yang digelar di Kampung Bagaiserwar 2, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang digelar bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk membahas pentingnya pengelolaan pangan berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat adat dalam pembangunan sektor pertanian.

Kaleb mengatakan kampung memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, pengelolaan lahan dan sumber daya lokal perlu diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membangun cadangan pangan masyarakat.

“Konsep lumbung desa dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga nilai-nilai dan kearifan lokal,” ujarnya.

Menurut dia, keberadaan lumbung pangan di kampung dapat diperkuat melalui berbagai kegiatan, mulai dari pemanfaatan lahan, pengembangan tanaman pangan, penguatan kelompok tani hingga peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola hasil pertanian.

Baca Juga :  Pengajian Rutin momen saling bertukar informasi terutama bulan Muharram.

Ia menilai masyarakat adat memiliki posisi penting dalam upaya tersebut karena memiliki pengetahuan lokal dan hubungan yang erat dengan wilayah serta sumber daya alam di sekitarnya.

Dalam diskusi itu, Kaleb juga menyampaikan dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate di Kabupaten Merauke.

Ia berharap pengembangan kawasan pangan tersebut dapat membuka ruang partisipasi masyarakat Papua, terutama dalam pengembangan sektor pertanian dan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pangan.

“Kami mendukung upaya pembangunan ketahanan pangan, tetapi masyarakat lokal juga harus diberikan ruang untuk terlibat dan mendapatkan manfaat dari pembangunan tersebut,” katanya.

Kaleb menekankan pembangunan sektor pangan di Papua perlu berjalan dengan memperhatikan keberadaan masyarakat adat dan hak ulayat. Menurutnya, komunikasi dengan pemilik hak ulayat serta pelibatan masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan.

“Saya berharap pembangunan ketahanan pangan tetap memperhatikan keberadaan dan hak-hak masyarakat adat, melibatkan masyarakat setempat, serta mengedepankan komunikasi dan musyawarah dengan para pemilik hak ulayat,” ujarnya.

Baca Juga :  BULOG Papua Salurkan 179,7 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Mikro

Ia mengatakan pembangunan pangan tidak cukup hanya mengandalkan program berskala besar. Ketahanan pangan juga perlu dibangun dari bawah dengan menghidupkan kembali semangat bercocok tanam dan gotong royong di tingkat kampung.

Karena itu, masyarakat adat Sarmi didorong mengambil peran sebagai pelaku pembangunan, bukan hanya sebagai penerima manfaat.

“Mari kita jadikan momentum Hari Tani Nasional sebagai kesempatan untuk memperkuat semangat gotong royong masyarakat adat dalam mewujudkan ketahanan pangan. Dengan menjaga pangan, kita menjaga kehidupan masyarakat; dengan memperkuat lumbung desa, kita memperkuat kemandirian kampung,” tuturnya.

Sementara itu, kegiatan di Kampung Bagaiserwar juga diisi penyuluhan pertanian oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi. Materi penyuluhan diarahkan untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan pertanian yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan sesuai kondisi wilayah.

Panitia turut membagikan bantuan bibit tanaman dan paket sembako kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pentingnya ketahanan pangan, tetapi juga mulai mengembangkan langkah nyata untuk memperkuat ketersediaan pangan dari lingkungan keluarga hingga tingkat kampung(Redaksi)

Berita Terkait

Yonif TP 810/BEM Hadir di Gereja Martin Luther, Pererat Kebersamaan dengan Warga
BULOG Papua Salurkan 179,7 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Mikro
Bangun Kedekatan dengan Warga, Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Masyarakat Doyo Lama
PT AMJ Tunda Kenaikan Tarif Air 2027, 54 Persen Pelanggan Belum Tertib Membayar
Hampir Setahun Berjuang, Maniap Kogoya Kawal Sengketa Wakil Bupati Nduga hingga Putusan
Polda Papua Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape, Kafe dan Diskotek Masuk Penyelidikan
Yonif TP 810/BEM Ajak Pelajar SDN Angkasa Lanud Silas Papare Cintai Tanah Air
Prajurit Yonif TP 810/BEM Turun Langsung Layani Kesehatan Warga Kampung Sosiri

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 14:00 WIB

Yonif TP 810/BEM Hadir di Gereja Martin Luther, Pererat Kebersamaan dengan Warga

Kamis, 5 November 2026 - 20:32 WIB

BULOG Papua Salurkan 179,7 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Mikro

Kamis, 5 November 2026 - 16:03 WIB

Bangun Kedekatan dengan Warga, Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Masyarakat Doyo Lama

Kamis, 5 November 2026 - 10:51 WIB

PT AMJ Tunda Kenaikan Tarif Air 2027, 54 Persen Pelanggan Belum Tertib Membayar

Rabu, 4 November 2026 - 15:54 WIB

Polda Papua Waspadai Modus Narkoba Lewat Vape, Kafe dan Diskotek Masuk Penyelidikan

Berita Terbaru

Jangan Copy Ya