JAYAPURA, Papuaterdepan.com — Perum Bulog mencatat realisasi pengadaan beras nasional mencapai 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Di tengah capaian tersebut, Bulog Kantor Wilayah Papua masih menghadapi tantangan dalam memenuhi target penyerapan akibat kondisi cuaca yang memengaruhi wilayah produksi.
Hingga akhir September 2026, Bulog Kanwil Papua baru menyerap 4.500 ton beras atau 19,56 persen dari target pengadaan sebesar 23.000 ton. Kondisi kemarau ekstrem di Merauke, salah satu sentra produksi beras di Papua, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi realisasi tersebut.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua, Chaerul Mazhar, mengatakan kondisi cuaca perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan penyerapan hasil panen petani di wilayah Papua.
Menurut dia, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan diperkirakan datang lebih lambat. Situasi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas produksi pertanian dan ketersediaan hasil panen yang dapat diserap Bulog.
“Meski menghadapi tantangan di daerah, realisasi pengadaan beras secara nasional justru mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah Bulog. Hingga 8 Oktober 2026, pengadaan mencapai 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton,”ujarnya di Jayapura, Jumat (09/10).
Capaian itu juga melampaui realisasi sepanjang 2025 yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. Adapun rekor sebelumnya tercatat pada 2012 dengan pengadaan sebesar 3,65 juta ton.
Pencapaian nasional tersebut merupakan hasil pengadaan melalui jaringan pembelian di berbagai sentra produksi dengan melibatkan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Bulog juga memperkuat jaringan pembelian di tingkat produksi, menyiapkan sarana penyimpanan dan pergudangan, serta mempercepat penyerapan ketika musim panen berlangsung. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga agar hasil panen petani terserap sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Chaerul mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap keberhasilan pengadaan beras nasional. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dalam menjalankan penugasan pemerintah dan mendukung petani.
“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang Bulog berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik,” ujarnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI, petani, penyuluh, mitra kerja, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan pengadaan beras.
Menurut Chaerul, pengadaan dalam jumlah besar berperan penting dalam memperkuat ketahanan pangan, terutama untuk menjaga ketersediaan beras, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen maupun konsumen, serta memastikan cadangan pangan pemerintah tetap terjaga.
Sementara itu, realisasi penyerapan di Papua masih perlu ditingkatkan agar target pengadaan dapat tercapai. Perkembangan cuaca dan produksi di wilayah sentra pangan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan Bulog dalam mengoptimalkan penyerapan beras hingga akhir 2026.(Rilis)









