Supiori,Papuaterdepan.com – Sinergi antarlembaga dalam pengelolaan aset negara diperkuat melalui pertemuan antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Supiori dan jajaran Kementerian Haji dan Umrah wilayah kerja Biak dan Supiori, Sabtu (19/9/2026).
Pertemuan yang diawali dengan kunjungan silaturahmi tersebut menjadi kesempatan bagi kedua instansi untuk menyelaraskan koordinasi, terutama menyangkut pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan pelayanan haji dan umrah.
Rombongan Kementerian Haji dan Umrah dipimpin Kepala Subbagian Tata Usaha, Arsyad Aras, bersama staf. Kedatangan mereka disambut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Supiori, Lot Benedetus H. Rumbino, bersama jajaran pejabat pengawas dan pengelola BMN.
Pengelola BMN Kemenag Supiori, Yudi Irawan, turut terlibat dalam pembahasan mengenai administrasi aset, pemanfaatan barang sesuai peruntukan, pemeliharaan, serta penerapan ketentuan pengelolaan aset milik negara.
Dalam pengelolaan pemerintahan, BMN memiliki peran penting untuk menunjang operasional instansi. Oleh karena itu, setiap aset perlu dikelola dengan administrasi yang jelas, pemanfaatan yang tepat, dan pemeliharaan yang berkelanjutan.
Kepala Kemenag Kabupaten Supiori, Lot Benedetus H. Rumbino, mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, komunikasi yang terjalin antara kedua instansi diperlukan untuk memperkuat koordinasi pelaksanaan tugas dan memastikan pengelolaan aset berjalan sesuai aturan.
Ia menekankan pentingnya tata kelola yang tertib, transparan, dan akuntabel agar aset negara dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan kelembagaan.
“Silaturahmi dan koordinasi seperti ini penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga, khususnya dalam memastikan pengelolaan BMN dapat dilaksanakan secara tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga menegaskan perlunya menjaga hubungan kerja yang berkesinambungan antara Kemenag Supiori dan Kementerian Haji dan Umrah di wilayah kerja Biak dan Supiori.
Kedua pihak berkomitmen melanjutkan komunikasi serta meningkatkan koordinasi dalam urusan pengelolaan BMN dan pelaksanaan tugas kelembagaan.
Melalui langkah tersebut, pengelolaan aset negara diharapkan semakin tertata sehingga dapat mendukung efektivitas kerja instansi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan serta penyelenggaraan layanan haji dan umrah di wilayah Biak dan Supiori.(Rilis)









