SARMI,Papuaterdepan.com – Generasi muda adat memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan Papua. Karena itu, pemuda di Kabupaten Sarmi didorong untuk mengambil bagian dalam pembangunan, menjaga persatuan, serta mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat adat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Dewan Adat Sarmi, Bernard Cawem, dalam Dialog Adat Pemuda Damai Papua untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda di Kampung Mararena, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Jumat (23/10/2026).
Melalui kegiatan bertema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan dan Membangun Kampung Damai”, Bernard mengajak generasi muda menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai dorongan untuk berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Ia menilai pemuda adat memiliki potensi besar untuk mendukung program pembangunan nasional, terutama melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan keterampilan, dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan produktif.
Bernard menegaskan, pembangunan membutuhkan partisipasi generasi muda agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Saya selaku Ketua Dewan Adat Sarmi mengimbau kepada seluruh pemuda-pemudi, khususnya pemuda adat di Kabupaten Sarmi, agar dapat menjadi motor penggerak dalam mendukung dan menyukseskan berbagai program pembangunan nasional demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua,” ujarnya.
Persatuan Menjadi Kekuatan Pemuda
Selain mendorong partisipasi dalam pembangunan, Bernard mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Papua.
Menurutnya, perbedaan suku, agama, dan latar belakang sosial harus disikapi dengan saling menghormati. Pemuda adat diharapkan mampu menjadi teladan dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, dan jauh dari tindakan yang dapat memicu perpecahan.
“Perbedaan suku, agama, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk bersatu dalam membangun daerah. Pemuda adat harus mampu menjadi contoh positif di tengah masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menghindari tindakan yang dapat memecah belah persatuan dan menghambat proses pembangunan,” katanya.
Ia juga mengajak generasi muda memperkuat kapasitas diri melalui pendidikan, kreativitas, dan penguasaan keterampilan. Dengan bekal tersebut, pemuda diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus menciptakan peluang yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Bernard menegaskan bahwa keterlibatan pemuda tidak boleh terbatas pada kegiatan seremonial. Mereka perlu hadir dengan gagasan dan tindakan yang mendukung kemajuan kampung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya juga mengajak seluruh pemuda-pemudi Papua, khususnya di Kabupaten Sarmi, agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi turut mengambil bagian,” tuturnya.
Adat Tetap Menjadi Pegangan
Di tengah perkembangan zaman, Bernard mengingatkan bahwa kemajuan tidak boleh membuat generasi muda kehilangan jati diri. Adat dan budaya harus tetap dijaga sebagai warisan leluhur sekaligus pedoman dalam membangun hubungan sosial yang kuat.
Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi landasan untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian, dan menjaga kedamaian di tengah masyarakat.
“Sebagai generasi muda yang memiliki ikatan kuat dengan adat dan tanah leluhur, kita harus mampu menjaga nilai-nilai kearifan lokal sekaligus membuka diri terhadap kemajuan zaman. Adat harus menjadi landasan untuk memperkuat persatuan, membangun kedamaian, dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Bernard berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum bagi pemuda adat di Kabupaten Sarmi untuk memperkuat komitmen kebangsaan, melestarikan budaya, dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan.
Ia mengajak seluruh generasi muda menjadikan persatuan sebagai kekuatan untuk menciptakan masa depan Papua yang lebih baik.
“Mari kita jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai kekuatan untuk bersatu, berkarya, menjaga adat, dan membangun Papua demi masa depan generasi penerus yang lebih baik,” pungkasnya.(Redaksi)









