SARMI,Papuaterdepan.com – Ondoafi Kampung Kasukuwe, Aser Mare, mengajak generasi muda di Kabupaten Sarmi memperkuat rasa cinta Tanah Air, menjaga persatuan, dan menjadikan nilai-nilai Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, pemuda Papua memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus melestarikan adat dan budaya sebagai identitas masyarakat di Tanah Papua.
Ajakan tersebut disampaikan Aser Mare dalam Dialog Adat Pemuda Damai Papua untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda di Kampung Mararena, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Pemuda Papua Menjaga Adat, Merawat Persatuan dan Membangun Kampung Damai” itu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen generasi muda dalam menjaga keharmonisan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
Aser Mare mengatakan, semangat Sumpah Pemuda harus tercermin dalam sikap dan tindakan generasi muda, terutama dalam menghormati perbedaan serta membangun hubungan yang baik di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, dan latar belakang bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang perlu dirawat melalui semangat persaudaraan dan kebersamaan.
“Saya selaku Ondoafi Kasukuwe mengimbau kepada seluruh kaum muda Papua, khususnya generasi muda di Kabupaten Sarmi, agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas Tanah Papua,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman terhadap nilai kebangsaan perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap adat istiadat. Keduanya menjadi landasan penting bagi generasi muda untuk membangun kehidupan yang rukun dan damai.
Cegah Provokasi, Kedepankan Dialog
Aser Mare juga mengingatkan kaum muda agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.
Ia meminta generasi muda memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya, serta tidak mudah terpengaruh ajakan yang berpotensi memicu konflik dan merusak hubungan antarmasyarakat.
“Saya juga mengingatkan kaum muda Papua agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi, informasi yang belum terverifikasi, maupun ajakan yang dapat menimbulkan perpecahan dan mengganggu keamanan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan pendekatan kekeluargaan.
Di sisi lain, Aser Mare menekankan pentingnya menjaga adat dan budaya Papua sebagai warisan leluhur yang mengandung nilai penghormatan, toleransi, dan solidaritas.
“Identitas adat dan budaya Papua merupakan kekayaan yang harus terus dilestarikan, sekaligus menjadi landasan untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Pemuda Didorong Berperan dalam Pembangunan
Selain menjaga persatuan, Aser Mare mendorong generasi muda Kabupaten Sarmi untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, dan kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penerus generasi sebelumnya, tetapi perlu mengambil bagian dalam menciptakan perubahan positif dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemuda Papua harus mampu menjadi pelopor perubahan yang membawa kemajuan, menciptakan peluang bagi generasi berikutnya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung maupun di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan Papua membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda adat. Semangat kebersamaan harus terus dipelihara agar perbedaan latar belakang tidak menghalangi upaya membangun daerah.
“Kita boleh berasal dari suku dan latar belakang yang berbeda, tetapi kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kedamaian, memperkuat persaudaraan, serta membangun masa depan Papua yang lebih baik dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.
Aser Mare berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi generasi muda untuk memperkuat nasionalisme, mempertahankan nilai-nilai luhur adat, dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Sarmi serta Papua secara keseluruhan.
“Mari kita jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan bersama-sama membangun Papua demi masa depan generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
(Redaksi)









