Jayapura,Papuaterdepan.com – Delapan putra-putri Orang Asli Papua (OAP) mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui Beasiswa Afirmasi OAP 2026 di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon dan IAKN Manado.
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua turut memastikan keberangkatan para calon mahasiswa berjalan lancar. Kepala Bidang Pendidikan Agama Kristen (PAK), Yokbed Griapon, mengingatkan mereka agar belajar dengan serius dan menjaga nama baik daerah asal.
Delapan calon mahasiswa tersebut diberangkatkan pada 5 Oktober 2026. Sebanyak lima orang menuju IAKN Ambon, sedangkan tiga lainnya melanjutkan studi di IAKN Manado.
Yokbed mengatakan, pendampingan dilakukan untuk memastikan para calon mahasiswa tiba dengan selamat dan dapat memulai pendidikan di kampus tujuan tanpa kendala.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belajar dengan tekun, disiplin, dan bertanggung jawab serta menyelesaikan pendidikan tepat waktu,” ujar Yokbed dalam keterangannya di Jayapura, Rabu (14/10/2026).
Ia menegaskan, para mahasiswa tidak hanya membawa harapan keluarga, tetapi juga nama Papua. Karena itu, mereka diminta menjaga sikap, mengamalkan nilai-nilai Kristiani, serta segera berkoordinasi dengan pihak kampus maupun jajaran Kemenag jika menghadapi persoalan selama perkuliahan.
Yokbed berharap para penerima beasiswa nantinya kembali ke Papua setelah menyelesaikan pendidikan dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah, terutama di sektor pendidikan dan pelayanan keagamaan.
Program Beasiswa Afirmasi OAP tersebut merupakan program Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia.
### Mahasiswa Papua di Ambon Catat IPK hingga 3,60
Pendamping mahasiswa tujuan IAKN Ambon, ZemTimang, yang merupakan Analis Data dan Informasi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang PAK Kanwil Kemenag Papua, mengatakan pendampingan dilakukan pada 5–8 Oktober 2026.
Selain mengantar lima calon mahasiswa asal Kabupaten Biak Numfor, tim juga memantau kondisi mahasiswa Papua penerima beasiswa pada tahun-tahun sebelumnya.
Hasil pemantauan menunjukkan mahasiswa saat ini tinggal di rumah kos lantaran rumah susun sewa (rusunawa) sedang menjalani rehabilitasi. Sementara itu, perkembangan akademik mereka terpantau baik, dengan IPK berada pada kisaran 2,78 hingga 3,60.
Kelima calon mahasiswa yang menuju IAKN Ambon terdiri atas empat perempuan dan satu laki-laki. Seluruhnya telah tiba dengan selamat.
ZemTimang menyampaikan, penerapan kurikulum baru di IAKN Ambon memungkinkan masa studi sekitar tiga setengah tahun, sesuai ketentuan akademik dan kemampuan mahasiswa memenuhi persyaratan kelulusan.
Ia berharap para mahasiswa mampu mempertahankan semangat belajar hingga menyelesaikan pendidikan dan kembali mengabdi kepada keluarga, gereja, serta masyarakat Papua.
### Tiga Mahasiswa Papua Melanjutkan Studi di Manado
Sementara itu, pendamping mahasiswa tujuan IAKN Manado, Aldiyah Sawang, mengatakan tiga calon mahasiswa yang didampingi pada 5–8 Oktober 2026 telah diterima dengan baik oleh pihak kampus.
Aldiyah yang juga menjabat Kepala Seksi Pendidikan Kristen Kemenag Kabupaten Mamberamo Raya menjelaskan, dua mahasiswa berasal dari Kabupaten Biak Numfor dan satu lainnya dari Kabupaten Mamberamo Raya.
Ia berharap para mahasiswa mampu menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh, meraih prestasi, dan menyelesaikan pendidikan sesuai target.
“Semoga program Beasiswa Afirmasi OAP terus berlanjut agar semakin banyak generasi muda Papua memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi,” katanya.
Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Papua, sekaligus menyiapkan generasi muda yang kelak berkontribusi dalam pembangunan dan pelayanan keagamaan di daerah.(Rilis)









