Doa Lintas Agama dan Selawat Kebangsaan Warnai Pembukaan Bulan Kemerdekaan di Monas

- Redaksi

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Papuaterdepan.com – Kementerian Agama menyiapkan perhelatan akbar bertajuk **Zikir dan Doa Kebangsaan** di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sebagai pembuka rangkaian Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia 2026. Kegiatan yang akan berlangsung pada Sabtu (1/8) itu diproyeksikan menjadi ruang perjumpaan lintas umat beragama untuk memperkuat semangat persatuan dan mendoakan masa depan bangsa.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga momentum memperkuat dimensi spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, Indonesia yang dibangun di atas keberagaman membutuhkan ruang bersama yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Karena itu, Zikir dan Doa Kebangsaan dirancang sebagai wadah untuk mengajak masyarakat memulai Bulan Kemerdekaan dengan rasa syukur, refleksi, dan doa bagi kemajuan Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh anak bangsa untuk bersama-sama memanjatkan doa dan harapan terbaik bagi Indonesia,” ujar Nasaruddin.

Acara yang terbuka untuk masyarakat umum tersebut akan menghadirkan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang. Salah satu agenda yang diperkirakan menarik perhatian publik adalah Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Baca Juga :  Tragedi Ambruknya Musala Jadi Momentum Pemerintah Benahi Pesantren

Selain itu, peserta juga akan mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup khataman Al-Qur’an, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, salat Magrib berjamaah, penampilan hadrah, hingga doa bersama lintas agama.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan modal besar dalam menjaga persatuan nasional.

Ia menilai doa bersama yang dipanjatkan oleh para pemuka agama dari berbagai keyakinan mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga Indonesia tetap damai, harmonis, dan maju.

“Bangsa ini dibangun oleh semangat kebersamaan. Karena itu, momentum doa lintas agama menjadi pengingat bahwa seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga persatuan dan mewujudkan cita-cita nasional,” katanya.

Kementerian Agama memperkirakan ribuan masyarakat akan memadati kawasan Monas untuk mengikuti kegiatan tersebut. Untuk mendukung kelancaran acara, panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari area ibadah, tempat wudu, hingga fasilitas sanitasi bagi peserta.

Baca Juga :  Serda Jono Prajurit Satrol Lantamal X juari kejuaraan Body Contest

Masyarakat juga diberikan kesempatan memasuki kawasan acara beberapa jam sebelum kegiatan dimulai. Sejumlah layar raksasa disiapkan di beberapa titik agar peserta yang berada di luar area utama tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Panitia mengimbau peserta mengenakan pakaian yang sopan dan nyaman serta menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan khidmat.

Kementerian Agama berharap Zikir dan Doa Kebangsaan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga kerukunan, toleransi, dan persaudaraan di tengah keberagaman.

Melalui doa yang dipanjatkan bersama, masyarakat diajak memperkuat optimisme bahwa Indonesia akan terus tumbuh menjadi bangsa yang maju, berkeadilan, dan sejahtera.

Selain menjadi pembuka Bulan Kemerdekaan, kegiatan ini juga diharapkan mempertegas peran agama sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan berbangsa yang damai serta memperkuat nilai gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia.(Rilis)

Berita Terkait

Dari Keamanan hingga Pertanian, Prajurit Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Warga Doyo Lama
Dari Papua ke Malang, Santri Bawa Misi Jaga Alam di PPSN VI
Gugatan Maniap Kogoya Uji Mekanisme Pengisian Wakil Bupati Nduga
KMP3R Tegaskan Papua Harus Melangkah Maju, Tinggalkan Narasi Konflik”
Santri Papua Didorong Jadi Pelopor Kepedulian Lingkungan di PPSN VI Malang
Prajurit Yonif TP 810/BEM Turun ke Sosiri, Warga Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Kemenag Papua Atur Penggunaan HP di Sekolah, Siswa Hanya Boleh Gunakan untuk Keperluan Tertentu
Yonif TP 810/BEM Hadir di Tengah Warga Lewat Patroli Malam Doyo Baru

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Dari Keamanan hingga Pertanian, Prajurit Yonif TP 810/BEM Serap Aspirasi Warga Doyo Lama

Rabu, 30 September 2026 - 22:45 WIB

Dari Papua ke Malang, Santri Bawa Misi Jaga Alam di PPSN VI

Rabu, 30 September 2026 - 19:06 WIB

Gugatan Maniap Kogoya Uji Mekanisme Pengisian Wakil Bupati Nduga

Rabu, 30 September 2026 - 11:25 WIB

KMP3R Tegaskan Papua Harus Melangkah Maju, Tinggalkan Narasi Konflik”

Selasa, 29 September 2026 - 10:33 WIB

Prajurit Yonif TP 810/BEM Turun ke Sosiri, Warga Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Berita Terbaru

Nasional

Dari Papua ke Malang, Santri Bawa Misi Jaga Alam di PPSN VI

Rabu, 30 Sep 2026 - 22:45 WIB

Jangan Copy Ya